Anggota DPR: Sebaiknya Pesantren Tidak Paksakan Diri Peringati Agustusan Tahun Ini

Masyarakat harus sadar dan aktif menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Foto: antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Anggota DPR RI Marwan Jafar mengimbau kalangan pondok pesantren memperingati Hari Kemerdekaan RI dengan cara kreatif yang tidak mengakibatkan kerumunan massa menilik saat ini potensi penyebaran COVID-19 masih tinggi di banyak tempat.

“Sebaiknya kalangan pesantren tidak memaksakan diri buat melaksanakan peringatan Agustusan tahun ini. Apalagi di tengah kondisi wabah COVID-19 yang belum mereda,” kata dia saat dihubungi dari Jakarta, Jumat.

Dia mendorong pesantren termasuk masyarakat umum agar khidmat memperingati Hari Kemerdekaan RI tetapi tetap aman dari COVID-19.

Perayaan Agustusan di masa normal dimeriahkan dengan berbagai lomba yang melibatkan konsentrasi massa. Hal tersebut sebaiknya dihindari terlebih dahulu dan benar-benar harus menimbang protokol kesehatan.

Mantan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi itu, juga mendorong pemerintah tetap memberikan keberpihakan nyata untuk kalangan pesantren. Pesantren menunggu realisasi afirmatif berupa kesetaraan dengan lembaga pendidikan lain.

Pemerintah pada hari kemerdekaan, kata dia, agar terus menjiwai semangat proklamasi dengan memprioritaskan perbaikan kondisi pesantren.

“Mulai dari mengirimkan dokter spesialis paru serta paramedis buat memeriksa secara berkala para santri dan kiai di pesantren, memberikan ‘sanitizer’ (cairan pembersih tangan), obat-obatan dan vitamin hingga pemeriksaan ‘swab test’ (tes usap) gratis bila diperlukan, agar kondisi kesehatan dapat terpantau atau daya tahan mereka tetap prima di tengah situasi wabah COVID-19,” kata anggota Komisi VI DPR RI itu.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here