KLC Minta Hak-hak Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19 Diperhatikan

Ilustrasi vaksin Covid-19. Foto: Xinhua

Indonesiainside.id, Jakarta – Sejumlah 21 relawan telah disuntik uji klinis vaksin Covid-19. Proses penyuntikan akan dilakukan sebanyak dua kali, usai penyuntikan pertama, subjek akan kembali disuntik dalam 14 hari ke depan dan akan dipantau kondisi kesehatannya selama enam bulan ke depan.

Juru bicara Koalisi Lawan Corona (KLC), Nukila Evanty mengapresiasi para relawan yang ikut andil dalam memerangi virus Covid-19. Pasalnya, vaksin tersebut dapat memakan waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun untuk diselesaikan, karena perlu jangka waktu yang cukup untuk mengamati subjek (relawan), bagaimana tubuh bereaksi terhadap vaksin serta mengembangkan antibodi yang diperlukan tubuh.

“Maka, alangkah baiknya setiap relawan atau pasien uji coba vaksin tersebut dijelaskan hak-haknya. Misalnya mendapatkan penjelasan secara lengkap tentang tindakan medis tersebut, mendapatkan hak pelayanan sesuai dengan kebutuhan medis serta bisa menolak tindakan medis sesuai yang tersurat dalam Undang-Undang Kedokteran,” kata Nukila dalam keterangan yang diterima, Jumat (14/8).

Agar vaksinasi ini berhasil, Nukila berujar, pemerintah harus mulai membangun komunikasi kepada masyarakat secara jelas, transparan dan akuntabel. Termasuk menjamin kesejahteraan dan kesehatan masyarakat.

“Tidak hanya melulu lewat vaksinasi, bisa memperkuat pemberian asuransi kesehatan bagi semua orang karena nggak semua orang punya BPJS atau asuransi kesehatan lainnya, program memperkuat imun tubuh, menciptakan harga vitamin misalnya lebih terjangkau, dan lain-lain. Karena KLC melihat banyak PR bagi pemerintah dalam menjamin hak kesehatan masyarakat,” ujarnya. (Msh)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here