Mengupas Pidato Jokowi soal Membajak Momentum Krisis, Apa Kata Pakar Bahasa?

Indonesiainside.id, Jakarta – Presiden RI Joko Widodo menyerukan kalimat “membajak momentum krisis” empat kali dalam pidato Sidang Tahunan MPR-RI dan Sidang Bersama DPR-RI dan DPD-RI Tahun 2020 di Gedung MPR/DPR Jakarta, Jumat (14/8). Apa makna ‘membajak’ bagi pakar bahasa?

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bajak atau membajak adalah mengambil secara paksa dan disertai dengan ancaman. Kata ini juga populer dengan ‘bajak laut’ yang artinya penyamun atau pengacau di laut. Bajak atau Membajak disebutkan juga dalam KBBI yang berarti melakukan perompakan (di laut) atau merompak.

Membajak juga berarti mengambil alih kapal terbang, kapal laut, bus, dengan cara paksa. Selain itu, bermakna mengambil hasil ciptaan orang lain tanpa izin. Namun, dalam makna lainnya yang positif, bajak atau membajak juga berarti mengerjakan tanah dengan bajak, menenggala, meluku.

Lalu apa pendapat pakar bahasa soal kata yang diungkapkan Jokowi tersebut? Pakar Bahasa dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof Dadang Sunendar menilai penggunaan kata “bajak” dalam pidato Presiden Joko Widodo pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dalam rangka HUT ke-75 RI kurang tepat.

“Menurut saya penggunaan kata ‘bajak’ kurang tepat dengan penggunaan kalimat itu, karena kata krisis secara semantik sudah jelas dan tidak perlu diberi makna lain lagi,” ujar Dadang di Jakarta, Jumat (14/8).

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here