Kemendikbud: Siswa di Zona Kuning dan Hijau Perlu disediakan Dua Opsi Pembelajaran

Para siswa sekolah dasar ditemani ibu mereka, berpartisipasi dalam sesi pembelajaran daring dengan menggunakan koneksi internet gratis yang disediakan oleh seorang warga di tengah merebaknya wabah COVID-19 di Depok Mulya, Kota Depok, Jawa Barat, Kamis (30/7/2020). Xinhua/Agung Kuncahya B.

Indonesiainside.id, Jakarta – Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengatakan sekolah di zona kuning dan hijau perlu menyediakan dua opsi pembelajaran.

“Dua opsi itu adalah tatap muka dan pendidikan jarak jauh (PJJ). PJJ perlu disediakan terutama untuk melayani siswa yang orang tuanya belum yakin melepas anaknya sekolah,” ujar Jumeri STP MSi dalam keterangannya di Jakarta, Jumat(21/8).

Siswa yang belum diizinkan untuk mengikuti pembelajaran tatap muka oleh orang tuanya, akan tetap dilayani dengan PJJ. Mereka akan diizinkan untuk belajar di rumah dan sekolah akan melayani siswa tersebut.

“Ini bagian yang kita tawarkan. Ini kelebihan dari kemerdekaan dalam memilih pendidikan. Orang tua yang paling berwenang untuk memastikan apakah anaknya diperbolehkan belajar di sekolah atau tidak,” tuturnya.

Termasuk jika siswanya berada di zona merah, sementara rumahnya berada di zona merah, maka diminta untuk tidak berangkat ke sekolah dulu untuk pembelajaran tatap muka dan melanjutkan pembelajaran dari rumah.

Sebelumnya, pemerintah melakukan relaksasi pembukaan sekolah untuk zona kuning. Pembukaan sekolah boleh dilakukan di zona hijau dan kuning dengan persyaratan disetujui Pemerintah Daerah, Kepala Sekolah, Komite Sekolah, dan orang tua peserta didik. Jika orang tua tidak setuju, peserta didik tetap belajar dari rumah dan tidak dapat dipaksa.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here