Sektor Pendidikan Inggris Terpukul, Tiga Institusi Gelar Pendidikan Daring

Lebih dari 80 universitas di Inggris melaporkan setidaknya 5.000 kasus terkonfirmasi COVID-19 di kalangan mahasiswa dan staf, ungkap surat kabar The Guardian.

Indonesiainside.id, London – Pembukaan kembali sektor pendidikan di Inggris mendapat pukulan berat setelah tiga universitas terbesar di negara tersebut menghentikan pembelajaran tatap muka dan beralih ke kelas daring (online) karena wabah coronavirus, lapor media setempat pada Rabu (7/10).

University of Manchester, yang melaporkan lebih dari 1.000 mahasiswa dan 20 stafnya positif COVID-19, mengumumkan pengalihan ke metode pembelajaran daring, menyusul Manchester Metropolitan University dan University of Sheffield, guna melindungi kesehatan para mahasiswa dan staf, papar Belfast Telegraph.

Kedua universitas di Manchester itu menyampaikan dalam sebuah pernyataan bersama bahwa mereka akan meningkatkan level pembelajaran daring untuk sebagian besar programnya dari Rabu hingga akhir Oktober. Sementara itu, University of Sheffield, yang melaporkan hampir 500 mahasiswa dan stafnya positif sejak awal semester musim gugur, menyampaikan bahwa pembelajaran tatap muka akan ditangguhkan dari Jumat (9/10) hingga 19 Oktober.

Orang-orang berjalan melewati sebuah papan peringatan jaga jarak sosial di pusat Kota Liverpool, Inggris, pada 2 Oktober 2020. (Xinhua/Jon Super)
Di Manchester Metropolitan University, sekitar 1.700 mahasiswa diperintahkan untuk melakukan isolasi mandiri sejak September.

University and College Union (UCU), serikat buruh Inggris untuk pendidikan lanjutan dan tinggi yang mewakili lebih dari 120.000 staf pendukung dan akademik, menyambut baik pengalihan ke sistem pembelajaran virtual tersebut, tetapi mengatakan bahwa wabah “bisa saja dicegah jika keputusan ini diambil lebih awal.”

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here