Sejumlah Spesien Burung di Australia Bawa Bakteri Berbahaya dalam Jumlah Lebih Banyak dari Perkiraan

Tangan seseorang melemparkan sepotong simit (roti khas Turki) ke burung camar di dekat feri Kadikoy-Karakoy / Eminonu di masa pandemi virus corona (Covid-19) di kawasan Kadikoy, Istanbul, Turki , (17/4/2020). Agensi Anadolu/Şebnem Coşkun

Indonesiainside.id, Sydney– Sejumlah spesies burung di Australia yang hidup di dekat populasi perkotaan ditemukan membawa bakteri super yang resistan terhadap obat dalam jumlah yang jauh lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya, ungkap sebuah studi baru pada Selasa (20/10).  Populasi burung termasuk burung camar, penguin, dan merpati semuanya ditemukan membawa Escherichia coli (E. coli), galur (strain) bakteri yang kebal terhadap obat dan berpotensi berbahaya bagi manusia.

Para ilmuwan dari Universitas Murdoch Australia menemukan bahwa setengah dari burung camar teruji membawa virus tersebut, angka yang sebelumnya diyakini hanya dua persepuluh.  Bakteri tersebut dapat menyebabkan infeksi serius pada manusia seperti infeksi saluran kemih dan sepsis, dan keberadaannya di alam liar akan semakin mengurangi waktu kritis agar antibiotik tetap efektif, menurut para peneliti.

Para peneliti meyakini burung-burung itu tertular bakteri melalui kontak dengan limbah manusia, dan memperingatkan bahwa bakteri itu dapat ditransfer kembali ke manusia, hewan ternak atau hewan peliharaan melalui pencemaran lingkungan.

“Kami tidak tahu secara spesifik bagaimana burung-burung itu membawa bakteri, tetapi diduga burung-burung membawanya dari tempat pembuangan sampah tempat burung camar secara rutin mencari makan, dan khususnya, dari popok bayi, popok dewasa, dan limbah lain di lokasi-lokasi itu,” kata Sam Abraham, peneliti antimikroba di universitas tersebut.  “Burung camar kemudian menyebarkan patogen tersebut ke spesies burung lain, yang membuat kita menduga penguin dan merpati juga sebagai pembawa karena memiliki gaya hidup yang berbeda dan tidak mencari makan di limbah seperti burung camar,” katanya.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here