Jumlah Pesantren Capai 28.194 dengan 18 Juta Santri, Ini Kata Menkeu Sri Mulyani

Al Qur'an dengan latar belakang santri Al Kautsar di Masjid Daarul Qur 'an, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Jum'at (8/5). Agensi Anadolu/Eko Siswono Toyudho

Indonesiainside.id, Jakarta – Jumlah pesantren di Tanah Air mencapai 28.194 dengan 18 juta santri. Jumlah ini tidak sedikit sehingga pesantren memegang peranan penting, strategis, dan unik, dalam pembangunan negara dan masyarakat.

“Jumlah yang sangat besar ini memegang peranan sangat penting, strategis, dan unik di dalam pembangunan negara dan masyarakat,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam acara Peringatan Hari Santri Nasional secara daring di Jakarta, Kamis (22/10).

Oleh sebab itu, lanjut Sri Mulyani, pemerintah terus memberikan dukungan bagi pesantren agar dapat berkontribusi membantu meningkatkan kesejahteraan dan memberdayakan masyarakat Indonesia.

Sri Mulyani mengatakan salah satu bentuk dukungan pemerintah terhadap pesantren adalah dengan menyediakan akses pembiayaan untuk para santri dalam rangka menyelenggarakan usaha produktif yaitu melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Kami harapkan para santri dapat menggunakannya untuk membiayai usaha produktif dengan mengakses pembiayaan KUR di kantor cabang pelaksana terdekat termasuk yang melayani syariah,” kata Sri Mulyani.

Tak hanya itu, kata dia, pemerintah juga memberikan akses untuk usaha berskala ultra mikro melalui Program Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) bagi santri yang masih belum dapat mengakses perbankan melalui KUR.

Sri Mulyani menyebutkan Program Pembiayaan UMi hingga 20 Oktober 2020 telah disalurkan kepada 3,3 juta penerima dengan 565 ribu UMKM di antaranya melalui akad syariah.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here