Pendis: Pendidikan di Madrasah Bukan Hanya Transformasi Ilmu, tapi Juga Nilai

Dirjen Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani. Foto: Ahmad ZR

Indonesiainside.id, Jakarta – Sebagai upaya memerkuat program Kita Cinta Papua (KCP) Kementerian Agama membangun laboratorium keagamaan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (IC) Sorong. Peletakkan batu pertama pembangunan gedung ini dilakukan Dirjen Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani.

’’Pendidikan di madrasah tidak hanya transformasi ilmu akan tetapi harus ada proses transformasi nilai,’’ kata Ramdhani dalam keterangan yang diterima Indonesiainside.id, Senin (16/10).

Pada acara yang bersamaan yaitu Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK), serta Kepala Madrasah di Sorong. Kepada para PTK, Dirjen Pendis mengingatkan pentingnya membangun budaya kerja yang transformatif dan humanis.

Menurut dia, guru juga harus mampu berperan sebagai pemimpin. Pemimpin lahir untuk melayani umat. “Dan kepemimpinan yang transformatif adalah dia yang mampu melakukan seluruh kaidah kepemimpinan ketika ada hal yang dipandang perlu dilakukan,” jelasnya.

PTK dan kepala madrasah, lanjut Guru Besar UIN Bandung ini, juga harus mengedepankan sikap humanisme dalam mengajar. Menurutnya, proses pendidikan yang berlangsung di madrasah, harus mampu menampilkan nilai-nilai kemanusiaan.

“Setiap proses kegiatan belajar mengajar di madrasah, jangan sampai menjadi beban tersendiri bagi anak didik kita,” katanya.

“Jangan kita bebani anak didik dengan hal yang di luar kemampuan mereka. Esensi dari humanisme adalah menempatkan sesuai pada tempatnya sesuai dengan porsinya,” ujarnya.

Temui Langsung Guru Madrasah 3T

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here