Banyak Kasus Mencuat, Parlemen Inggris Kaji Peristiwa Islamofobia

Sepanjang 2017 lebih dari 1.200 laporan mengenai peristiwa Islamofobia di Inggris, naik 26% dibandingkan tahun sebelumnya. Peristiwa itu meliputi petasan yang dilemparkan ke kotak surat satu keluarga sehingga mereka dipaksa pindah, pelecehan lisan terhadap Muslimah muda karena mereka memakain hijab, dan seorang Muslim yang diludahi dan dilempari telur.

Indonesiainside.id, Jakarta: Sekelompok anggota parlemen Inggris merumuskan dan mengkaji peristiwa Islamofobia yang terjadi di negara tersebut. Hal itu dilakukan seiring dengan peningkatan jumlah peristiwa yang dialami umat Islam di Inggris.

Dalam laporan yang dibuat oleh sejumlah anggota Parlemen Inggris itu disebutkan, “Islamofobia berasal dari rasisme dan adalah satu jenis rasisme yang membidik pernyataan mengenai Islam.”

Kelompok anggota Parlemen tersebut telah mengeluarkan laporan yang menjabarkan definisi Islamofobia dan telah disahkan oleh anggota Parlemen, pegiat masyarakat dan organisasi antar-kepercayaan.

Tiga anggota Parlemen Inggris yakni Dominis Grieve, Anna Soubry, dan West Streeting menyusun laporan tersebut dan diungkapkan dalam sebuah agenda di Parlemen.

Kelompok tersebut meluncurkan satu proyek pada April 2018 untuk menetapkan Islamofobia dengan cara yang bisa diterima baik oleh semua masyarakat Muslim Inggris serta cara yang bisa “berlaku pada seluruh lapisan pemerintah, masyarakat dan organisasi sektor swasta”.

Selama kegiatan pengumpulan data, anggotanya mengumpulkan keterangan dari banyak peristiwa Islamofobia yang dihadapi umat Muslim, kata Kantor Berita Anadolu –yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis pagi.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here