Timur Tengah Cemas Dampak Aksi “Rompi Kuning”

Jordan hari Kamis memperingatkan warganya agar tidak ikut melakukan aksi peniru “Rompi Kuning” di kerajaan itu, dengan mengatakan hal itu tidak dapat diterima.

Indonesiainside.id, Amman — Menteri Negara Urusan Media Yordania Jumana Ghunaimat membuat pernyataan saat konferensi pers hari Kamis (13/12) setelah beberapa warga Yordania mengadakan demonstrasi baru-baru ini sambil mengenakan rompi kuning meniru para pengunjuk rasa di Prancis.

Ghunaimat mengecam tokoh-tokoh oposisi Yordania yang tinggal di luar negeri dengan tuduhan ‘berusaha menciptakan kekacauan’ di Yordania.

Ghunaimat mengeluarkan peringatan sebagai tanggapan atas seruan-seruan di media sosial dan oleh beberapa pihak di Yordania untuk mengadakan protes terhadap kebijakan ekonomi pemerintah dan undang-undang pajak penghasilan yang baru-baru ini didukung.

Dia mendesak semua warga Yordania untuk waspada dan mematuhi hukum, sambil mengungkapkan pandangan mereka dengan cara dijamin oleh hukum.

Menteri mencatat bahwa pemerintah Yordania sadar akan situasi dan kekhawatiran warga negara dan berupaya mengatasi tantangan yang dihadapi oleh kerajaan.
Baru-baru ini, pengunjuk rasa Prancis mengenakan rompi kuning selama demonstrasi menentang kenaikan pajak bahan bakar, mengubah pakaian menjadi simbol protes jalanan terhadap pemerintah.
Pemerintah Mesir dikabarkan mulai melarang penjualan rompi kuning untuk keselamatan para pekerja. Penyebabnya adalah mereka khawatir atribut itu bakal dipakai dalam aksi memperingati gerakan yang menggulingkan mantan Presiden Husni Mubarak pada 2011 lalu, dan bisa memicu demo besar seperti yang terjadi di Prancis.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here