Mahathir Menentang Keputusan Australia ‘Membagi’ Yerusalem

Mahathir mengatakan, Yerusalem ada di bawah Palestina, negara lain tak berhak membagi-bagi

Indonesiainside.id, Palestina — Yerusalem (Baitul Maqdis) harus tetap ada dan negara manapun tidak berhak memutuskan bahwa itu harus menjadi ibu kota Israel atau dibagi, kata Perdana Menteri Malaysia Dr Mahathir Mohammad.

“Australia juga ingin membagi Yerusalem ke Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel dan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina … Semua ini hanya akan membangkitkan kemarahan,” katanya setelah menerima gelar doktor kehormatan dalam satu acara di Bangkok hari Ahad, (16/120 dikutip Harian BERNAMA.

Dr Mahathir mengatakan ini sebagai tanggapan atas pertanyaan wartawan Reuters di Bangkok mengenai keputusan Australia untuk mengakui Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel.
Namun, negara itu tidak akan memindah kedutaannya di sana sampai kesepakatan damai tercapai antara Palestina dan Israel.

Saat menghadiri KTT Singapura di Singapura bulan lalu, Dr Mahathir menyatakan keprihatinannya dengan rekan Australia Jim Morrison, terhadap niat negara itu untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
“Kami melihat pembicaraan yang digunakan dengan sangat hati-hati. Namun, di mata sebagian besar negara Arab, ini bukan sesuatu yang bisa mereka terima, “katanya.

Dia mengatakan Yerusalem selalu di bawah Palestina dan mempertanyakan mengapa mereka mengambil upaya untuk membagi kota suci itu.
“Mereka tidak berhak … itu bukan milik mereka,” katanya.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here