Pengawas Gencatan Senjata PBB Tiba di Yaman

Pasukan pro-pemerintah Yaman (foto: CNN)

Kesepakatan gencatan senjata dimulai hari Selasa, dicapai pada pekan lalu dalam pembicaraan intra-Yaman yang dipimpin PBB di luar Ibu Kota Swedia

Indonesiainside.id, Hoedida — Beberapa jam setelah pemungutan suara di Dewan Keamanan, sebuah tim PBB telah mendarat di Yaman untuk mengamati keberangkatan para milisi di Hodeida, kota pelabuhan yang berfungsi sebagai titik masuk bagi sebagian besar impor ke negara yang dilanda perang.

Satu tim pemantau PBB yang ditempatkan di kota pelabuhan Yaman, Hodeida, telah tiba di negara itu, kata satu sumber PBB dikutip Deutsche Welle hari Ahad.

Dipimpin oleh pensiunan Mayor Jenderal Belanda Patrick Cammaert, tim mendarat untuk melakukan pembicaraan dengan pemerintah yang diakui secara resmi di Aden, sebelum menuju ke ibu kota yang dikuasai pemberontak al Houthi di Sana’a, dan kemudian ke Hodeida, tempat gencatan senjata yang mulai berlaku sejak hari Selasa.

Selain itu, berdasar kesepakatan, para milisih akan dikerahkan kembali ke lokasi yang disepakati di luar Hodeida, Yaman, dalam 21 hari sejak gencatan senjata diberlakukan.

Tim diatur untuk mengawasi penarikan dua tahap semua pasukan dari Kota Laut Merah dalam waktu tiga minggu dan untuk mengamankan fungsi pelabuhan, yang merupakan titik masuk penting untuk makanan dan bantuan medis ke Yaman.

Sebagaimana diketahui, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) hari Jumat (21/12) dengan suara bulat menyetujui penyebaran tim pendahulu AS untuk memantau gencatan senjata di wilayah Hodeida, Yaman. Keputusan ini mengakhiri perdebatan AS dengan sekutunya terkait kehadiran tim pemantau.

Setelah satu pekan pembicaraan damai yang disponsori PBB di Swedia, kelompok milisi Syiah al Houthi yang didukung Iran dan pemerintah Yaman yang didukung Saudi sepakat pekan lalu untuk menghentikan pertempuran di kota pelabuhan Laut Merah Hodeida dan menarik pasukan.

Dewan Keamanan memberi wewenang kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk mengerahkan sebuah tim pemantauan tingkat lanjut selama 30 hari pertama.

Diperkirakan 10.000 orang telah terbunuh sejak perang di Yaman dipicu empat tahun lalu.

Tim pemantauan PBB akan memberikan dukungan untuk memeriksa dan memeriksa pelabuhan Hodeida untuk menyalurkan pasokan makanan ke hampir 16 juta warga Yaman di ambang kelaparan.*

(Nur Cholis)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here