Turki dan Negara Tetangga Bela Sungkawa Korban Tsunami di Indonesia

Setidaknya 222 orang tewas dan ratusan lainnya terluka saat tsunami menghantam Selat Sunda pada Sabtu malam

Indonesiainside.id, Ankara — Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Minggu menyampaikan belasungkawa kepada Indonesia atas musibah tsunami yang menghantam Provinsi Banten dan Lampung pada Sabtu malam.

“Atas nama warga Turki, saya menyampaikan belasungkawa kepada seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Presiden Erdogan dalam pertemuan Sidang Umum Keuangan 2018 Dewan Hubungan Ekonomi Luar Negeri (DEIK) di Istanbul sebagaimana dikutip Anadolu Agency.

Musibah tsunami juga mengundang pemimpin Singapura untuk turut memberikan belasungkawa.

Presiden Singapura, Halimah Yacob dan Perdana Menteri Lee Hsien Loong menulis surat belasungkawa kepada Presiden Indonesia Joko Widodo.

Dalam suratnya kepada presiden, Ny. Halimah menulis bahwa dia “sangat sedih” mendengar kejadian itu.

“Terimalah belasungkawa tulus saya atas tsunami yang melanda provinsi Banten dan Lampung pada 22 Desember 2018,” tulis Ny. Halimah dikutip channelnewsasia.

“Saya sangat sedih mengetahui hilangnya nyawa, cedera, dan kehancuran yang tragis,” katanya. “Orang-orang Singapura berdiri dalam solidaritas dengan mereka yang terkena dampak tragedi ini.”

“Pikiran kita bersama rakyat Indonesia selama masa sulit ini. Tolong jangan ragu untuk memberi tahu kami jika Singapura dapat membantu,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Dr Wan Azizah Wan Ismail mengatakan siap untuk membantu Indonesia yang diguncang tsunami Selat Sunda.

“Saya sedih mendengar kabar tsunami di Banten, yang telah merenggut sedikitnya 20 korban,” kata Wan Azizah dikutip dari Malay Mail , 23 Desember 2018, merujuk jumlah korban saat baru menerima kabar tsunami.

“Saya berdoa untuk rakyat Indonesia agar tetap kuat menghadapi ujian ini. Malaysia siap untuk memberikan bantuan untuk meringankan saudara-saudari kita di Indonesia,” tulis Wan Azizah melalui akun Twitter-nya.

Setidaknya 222 orang tewas dan ratusan lainnya terluka saat tsunami –karena erupsi gunung berapi- menghantam Selat Sunda pada Sabtu malam, menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Jumlah korban yang tewas akan terus bertambah karena semuanya belum terdata, ujar Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

Indonesia berada di “Cincin Api” Samudera Pasifik di mana lempeng tektonik bertabrakan dan sering menyebabkan aktivitas seismik dan vulkanik.

September lalu, gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 7,4 mengguncang Sulawesi, yang menyebabkan tsunami di Donggala dan Palu dengan ketinggian 3 meter dan menewaskan 2.000 orang.

Pada 26 Desember 2004, gempa bumi dengan magnitudo 9,1 mengguncang Aceh yang mengakibatkan tsunami dan menewaskan 230.000 orang.

(Nur Cholis)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here