Jurnalis Tunisia Bakar Diri Karena Sempitnya Hidup

Petugas keamanan terus melakukan patroli menyusul kerusuhan yang meluas di beberapa kota di Tunisia, memprotes kondisi ekonomi nasional (AP/Mohamed bin Salah)

Aksi nekat Zorgi tersebut karena pembungkaman pemerintah terhadap kritik atas kondisi ekonomi Tunisia

Indonesiainside.id, Jakarta —¬†Pasukan keamanan Tunisia hari Rabu menembakkan gas air mata ke arah pengunjuk rasa di kota barat Kasserine setelah pemakaman seorang wartawan yang membakar dirinya sebagai protes terhadap kondisi ekonomi negara itu dan kesempitan kehidupan.

Waratawan bernama Abdel Razaq Zorgi, 32, meninggal pada hari Senin. Kematiannya memicu protes di kota sepanjang malam dan pertempuran dengan seorang polisi menembakkan gas air mata terhadap beberapa orang yang telah membakar ban dan memblokir rute utama.

Aksi nekat Zorgi tersebut karena pembungkaman pemerintah terhadap kritik atas kondisi ekonomi Tunisia.
Enam anggota pasukan keamanan terluka dan sembilan pengunjuk rasa ditangkap, menurut juru bicara kementerian di Sofiane al-Zaq, Selasa dikutip Arabnews.

Setelah beberapa saat yang tenang, para pengunjuk rasa kembali ke jalan-jalan Kasserine pada tengah hari setelah pemakaman Zorgi.

Mereka bertabrakan dengan polisi di luar kantor gubernur, menurut koresponden AFP.

Sekali lagi polisi menembakkan gas air mata ke arah pengunjuk rasa untuk membubarkan mereka.

Pihak berwenang juga mengerahkan tim bantuan di jalan raya utama Kasserine, 270 kilometer dari ibu Tunis.

“Untuk anak-anak Kasserine yang tidak memiliki dukungan kehidupan, hari ini saya memulai sebuah revolusi.

“Aku akan membakar diriku,” kata Zorgi dalam sebuah video yang diposting sebelum kematiannya.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here