Profesor Universitas New York: Penindasaan Terhadap Uighur Skandal Internasional

Cohen menyatakan Xi Jinping adalah bos besar Tiongkok saat ini dan harus bertanggung jawab penuh atas kebijakan yang menindas

Indonesiainside.id, Jakarta — Profesor Hukum Jerome A. Cohen, mengatakan, penindasan Tiongkok terhadap hak asasi manusia, terutama di Uigur, Tibet, Kazakh dan penahanan jutaan Muslim adalah skandal internasional.

Dalam sebuah wawancara dengan Voice of America hari ini, profesor hukum Tiongkok pada Universitas New York Jerome Cohen mengatakan dalam lima tahun sejak Xi Jinping pertama kali berkuasa, Tiongkok telah jatuh ke dalam keadaan mengejutkan, termasuk hubungan masa depan AS-Cina yang mengalami ketidak pastian.

Cohen telah mengamati hubungan AS-Cina selama lebih dari setengah abad dan mengatakan kedua negara saat ini sedang melalui salah satu periode tersulit mereka.

Pertama, ia berkomentar, kebijakan China pemerintahan Trump penuh dengan ketidakpastian, tetapi yang lebih buruk lagi adalah kebijakan dalam negeri dan luar negeri Xi Jinping yang regresif, ujarnya dikutip laman Taiwannews, Rabu (27/12).

Cohen menyatakan bahwa Xi Jinping adalah bos besar Tiongkok saat ini dan harus bertanggung jawab penuh atas kebijakan mengejutkan, yang menindas.

Dia mengatakan kebijakan mundur Xi telah membuatnya menjadi “guru dengan contoh negatif” yang pernah dibicarakan Mao Zedong.

Profesor itu menyaksikan perubahan besar di China antara Revolusi Kebudayaan bertahun-tahun dan periode ketika revolusi itu mulai terbuka, dan telah dengan cerdik mengamati perkembangan kediktatoran Xi Jinping.

Meskipun dia mungkin tidak hidup untuk melihat akhir dari peraturan Xi, katanya, sama seperti dia yakin Mao tidak akan bertahan selamanya, dia percaya Xi juga akan digulingkan suatu hari.

Cohen yang berudia 88 tahun, adalah salah satu pakar hukum Amerika pertama yang membantu menghubungkan Tiongkok dengan dunia luar.
Dia membantu Cina mendapatkan investasi asing melalui pekerjaan kunci yang menetapkan undang-undang perpajakan untuk mematuhi norma-norma internasional. Ini terjadi pada akhir 70-an dan awal 80-an ketika ia dan istrinya pertama kali pindah ke Cina.

Cohen juga menyesalkan kemunduran yang dialami Tiongkok sejak Xi mengambil alih kekuasaan. Dia menyatakan: “Xi percaya pada aturan oleh hukum, dia adalah seorang diktator. Dia ingin semuanya dilakukan sesuai dengan perintah dan aturannya. Dia ingin menggunakan hukum sebagai senjata untuk mengendalikan orang, tetapi dia tidak membiarkan kebebasan ada. ”

Dia mengimbau untuk diskusi tentang kemungkinan menghadapi Xi Jinping dengan Undang-Undang Magnitsky, yang memungkinkan pihak berwenang AS untuk menjatuhkan sanksi pada individu yang bersalah atas pelanggaran hak asasi manusia.

(Nurcholis)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here