Pemberontak al Houti Menyerahkan Kendali Pelabuhan Hodeida

Perundingan di Swedia juga menghasilkan kesepakatan pertukaran ribuan tawanan perang dari kedua pihak

Indonesiainside.id, Jakarta — Pemberontak Yaman mulai menarik diri dari Pelabuhan Utama Hodeida, di bawah kesepakatan yang dicapai di Swedia awal bulan ini, kata seorang pejabat AS hari Sabtu (29/12) dikutip Dailystar, Libanon.

Pejabat yang tidak mau disebut namanya mengatakan, kelompok pemberontak al Houthi di Yaman telah menyerahkan kendali di pelabuhan utama Kota Hodeida di Laut Merah kepada pasukan Angkatan Laut dan Penjaga Pantai Yaman.

Serah terima, dilakukan hari Sabtu (29/12), di bawah pengawasan tim PBB, sebagai bagian dari perjanjian yang dicapai dalam perundingan damai di Swedia awal Desember lalu.

Pelabuhan Hodeida adalah titik masuk bantuan makanan bagi 14 juta warga Yaman yang berada di ambang kelaparan, menurut angka-angka AS, dan penarikan pemberontak adalah bagian penting dari gencatan senjata yang mulai berlaku pada 18 Desember.

Selain penarikan pemberontak dari Pelabuhan Hodeida, perjanjian itu termasuk kesepakatan pertukaran tahanan yang direncanakan yang melibatkan sekitar 15.000 orang.

“Pemahaman timbal balik” juga dicapai untuk memfasilitasi pengiriman bantuan ke kota ketiga Taiz di Yaman – di bawah kendali para loyalis yang tengah terkepung pihak pemberontak.

Kedua belah pihak telah sepakat untuk bertemu pada akhir Januari untuk pembicaraan lebih lanjut guna menentukan kerangka kerja untuk negosiasi pada penyelesaian ‘perdamaian’ yang lebih komprehensif.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here