Pemilu Berdarah di Bangladesh, Aktivis Oposisi Ditangkapi

Partai oposisi BNP mengeluarkan seruan mengajak masyarakat agar memilih hari ini di tengah kekerasan Pemilu berdarah

Indonesiainside.id, Jakarta —¬†Kampanye pemilihan umum Bangladesh berakhir kemarin dengan kekerasan berdarah dan penangkapan aktivis oposisi yang menimbulkan kekhawatiran terhadap masyarakat internasional ketika Perdana Menteri Sheikh Hasina memimpin masa jabatan untuk keempat kalinya, tulis AFP.

Seorang penguasa penguasa Liga Awami dibunuh oleh pengikut oposisi dari Partai Nasionalis Bangladesh (BNP), kata polisi, sementara BNP mengklaim bahwa 19 aktivis telah ditangkap sebelum pemilihan diadakan hari ini, Minggu (30/12).

Kampanye resmi berakhir pukul 08.00 (waktu setempat) Sabtu (29/12) kemarin setelah kerusuhan meluas selama tujuh minggu dan tuduhan tentang upaya pemerintah untuk mengekang oposisi.

Sebuah jajak pendapat menunjukkan Hasina kembali menjadi kandidat yang menang meskipun ada kontroversi.

Polisi mengatakan pendukung Liga Awami dipukuli hingga tewas di Kota i Sylhet timur laut hari Kamis malam (27/12).

Mereka melaporkan kematian dua aktivis Liga Awami sebelumnya sejak kampanye dimulai pada 8 November.

BNP mengatakan delapan pendukungnya juga tewas dalam sebuah bentrokan pemilihan.

Kepala Polisi Sylhet, Shah Harunur Rashid, mengatakan kepada AFP dua pendukung BNP telah ditangkap karena pembunuhan terbaru.

BNP mengatakan orang-orang itu terbunuh dalam pertikaian antara para pendukung Liga Awami.

Sebanyak 19 aktivis BNP ditangkap ketika polisi dan penjaga paramiliter menyerbu kamp pemilihan calon BNP dan beberapa desa di Bangladesh selatan, kata polisi dan pejabat BNP kepada AFP.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here