Setelah Membunuh Para Penyandang Cacat, Jet Tempur Israel Serang Gaza

Sejak aksi unjuk rasa bertajuk ‘Great Return March’ dimulai pada 30 Maret, lebih 250 warga Palestina gugur dan ribuan lainnya terluka

Indonesiainside.id, Jakarta — Sebuah jet tempur milik Israel melakukan serangan udara di Jalur Gaza, yang menyebabkan kengerian di kalangan wanita dan anak-anak, kata sumber keamanan Palestina dikutip daysofpalestine, Sabtu (29/12).

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara militer penjajah Israel mengakui serangan itu dan mengklaim pihaknya menargetkan sebuah pos perlawanan Palestina di Jalur Gaza selatan.

Sumber-sumber medis Palestina melaporkan tidak ada yang cedera, tetapi menegaskan bahwa serangan udara itu menyebabkan kengerian dan horor di antara puluhan anak-anak dan perempuan yang tinggal di sekitar tempat yang ditargetkan.

Serangan udara terjadi beberapa jam setelah seorang pemuda Palestina yang cacat tewas dan enam lainnya terluka oleh tembakan tentara Israel selama protes anti-pendudukan di sepanjang pagar timur Gaza.

Demonstran menuntut ‘hak untuk kembali ke rumah dan desa mereka’ di Palestina yang bersejarah, setelah diusir pada tahun 1948.

Mereka juga menuntut diakhirinya blokade 12-tahun Israel atas Jalur Gaza, yang telah memusnahkan ekonomi daerah kantong pantai dan merampas sekitar dua juta penduduk dari berbagai komoditas pokok.

Sejak aksi unjuk rasa bertajuk ‘Great Return March’ dimulai pada 30 Maret, lebih dari 250 warga Palestina telah gugur- dan ribuan lainnya terluka – oleh pasukan Israel yang dikerahkan di sepanjang pagar pembatas.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here