Mahathir: Saya Memegang Janji Jadi Perdana Menteri Malaysia Sementara

Pidato Mahathir tersebut menjawab spekulasi selama ini terkait apakah pria 92 tahun itu akan menepati janjinya kampanye atau tidak

Indonesiainside.id, Jakarta — Perdana Menteri Malaysia, Dr Mahathir Mohammad mengatakan dirinya diminta tetap melanjutkan kepemimpinannya sampai akhir masa jabatannya. Namun ia telah berjanji untuk tetap menyerahkan kekuasaan kepada Ketua Partai Keadilan Rakyat (PKR), Anwar Ibrahim sesuai kesepakatan mereka sebelum pemilu Mei lalu.

Dalam pidatonya dalam Rapat Umum Tahunan Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) pada 30 Desember, Ketua Partai Bersatu ini menjelaskan bahwa tujuan oposisi sebelum Pemilu 2018 adalah untuk menjatuhkan kepemimpinan Najib Razak, dan ini tidak dapat dilakukan hanya dengan dukungan para pemilih Melayu semata.

“Suatu ketika kami adalah oposisi, kami membentuk sebuah partai dan kami berharap bahwa partai tersebut akan dapat mendukung orang Melayu. Tetapi jika kita hanya bisa mendukung orang Melayu tanpa pihak lain, saya tidak yakin kita bisa menang, “katanya dikutip Kantor Berita Bernama, Malaysia, Minggu (30/12).

Menurut Dr Mahathir, kemenangan Koalisi Pakatan Harapan (PH) dalam Pemilu lalu hanya bisa diraih dengan dukungan pihak lain.

“Kami telah bernegosiasi dengan rekan-rekan kami dan salah satu syarat yang diberlakukan adalah bahwa perdana menteri dan mantan musuh mereka begitu sementara menjadi perdana menteri.

“Tetapi yang lebih penting adalah Najib. Untuk ini kita harus berkorban, saya perlu berkorban dan menerima syarat karena yang utama bukanlah menjadi perdana menteri tetapi untuk menjatuhkan Najib, “katanya.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here