Palestina Desak Penyelidikan Internasional Penggalian Israel di Yerusalem Timur

Israel menolak akses masuk UNESCO untuk memeriksa situs-situs suci di Yerusalem Timur

Indonesiainside.id, Jakarta — Kementerian Luar Negeri Palestina menyerukan pembentukan komisi internasional untuk menyelidiki penggalian Israel di Yerusalem Timur dan di bawah Kompleks Masjid Al-Aqsa.

Lewat sebuah pernyataan yang dirilis hari Sabtu, kementerian memperingatkan bahwa penggalian Israel menimbulkan ancaman besar bagi rumah-rumah Palestina di kota yang diduduki.

“Penggalian ini bertujuan untuk menyebabkan keretakan di rumah-rumah Palestina, sehingga otoritas Israel nantinya akan memerintahkan penduduk untuk meninggalkan rumah-rumah mereka dengan alasan karena mereka tak punya tempat tinggal yang layak,” papar kementerian itu dikutip Anadolu Agency.

Kementerian menyebut penggusuran rumah Palestina oleh Israel sebagai “pembersihan etnis sistematis dalam skala besar”.

Hingga saat ini, otoritas Israel belum menanggapi pernyataan kementerian tersebut.

Sementara itu, Israel menolak akses masuk UNESCO untuk memeriksa situs-situs suci di Yerusalem Timur.

Pada Juli 2017, dewan eksekutif UNESCO mengadopsi resolusi yang mengecam “kegagalan otoritas pendudukan Israel untuk menghentikan penggalian dan praktik ilegal lainnya di Yerusalem Timur, khususnya di dan sekitar Kota Tua”.

Setahun sebelumnya, UNESCO mengeluarkan resolusi yang menyebut Yerusalem sebagai kota “pendudukan” dan Israel sebagai “penguasa pendudukan” yang artinya – di bawah hukum internasional – tidak memiliki kedaulatan atas kota bersejarah itu.

Resolusi yang sama menyatakan bahwa Kota Tua Yerusalem adalah “milik Palestina” dan menegaskannya sebagai identitas dan warisan “Muslim dan Kristen”.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here