Jumlah Kematian Penumpang Pesawat Komersial Meningkat Tahun 2018

Pada Mei, pesawat Boeing 737-201 Cubana jatuh di luar bandara Havana, menewaskan 112 orang. Pada bulan Maret, 51 dari 71 orang tewas ketika pesawat US-Bangla Airlines jatuh ketika mendarat di bandara internasional di Nepal.

Pada bulan Februari, sebuah pesawat yang dikendalikan Saratov Airlines jatuh di Rusia setelah meninggalkan Stepanovskoye, mengorbankan semua 71 orang. Pada bulan yang sama, sebuah pesawat Aseman Airlines menabrak sebuah gunung di Iran. Sebanyak 66 orang tewas oleh kecelakaan itu.

ASN yang berbasis di Belanda menyebut kebanyakan kecelakaan pesawat terjadi akibat lost-of-control (LOC), kehilangan kendali. Sedikitnya 10 dari 25 kasus kecelakaan pesawat terburuk selama 5 tahun terakhir terjadi akibat LOC.

LOC adalah keadaan di mana pesawat tidak dapat kembali ke jalur penerbangan semestinya setelah sempat meyimpang. Hal itu dapat disebabkan oleh gangguan pada mesin, kesalahan manusia atau gangguan alam. Menurut ASN, kebanyakan kasus kecelakaan pesawat akibat LOC merenggut korban jiwa.

(Nurcholis)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here