AS dan Israel Merayu Honduras Untuk Buka Kedutaan di Jerusalem

Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bertemu Presiden Honduras Juan Orlando Hernandez. Foto: The Jerusalem Post

Trump berulang kali mengancam akan memotong bantuan ke Honduras, negara miskin berpenduduk kurang dari 10 juta orang

Indonesiainside.id, Jakarta — Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu merayu Presiden Honduras Juan Orlando Hernandez guna bergabung dengan Amerika Serikat untuk membuka kedutaan besar di Yerusalem, kata negara itu hari Selasa (01/01/2019), dalam pertemuan di Ibu Kota Brasil di sela-sela pelantikan Presiden Brasil sayap kanan Jair Bolsonaro.

Menurut pernyataan kantor perdana menteri Israel dikutip Jerusalem Post , ketiganya sepakat untuk mengadakan pertemuan di ibu kota masing-masing negara “untuk memajukan proses pengambilan keputusan guna membuka perwakilan diplomatik di Yerusalem dan Ibu Kota Tegucigalpa. Selain jalinan hubungan bilateral, Honduras berharap Israel mau bekerja sama dalam sejumlah hal lain’ kata kedua negara dalam pernyataan bersama.

Hernandez yang condong ke kanan adalah pemimpin terbaru yang mempertimbangkan keputusan Trump untuk memindahkan kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke Kota Yerusalem (Baitul Maqdis), yang membuat geram warga Palestina dan mengundang kecaman internasional.

Honduras adalah salah satu negara yang menentang resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang isinya mengecam klaim Presiden AS Donald Trump menyatakan Yerusalem adalah Ibu Kota Israel pada Desember 2017. Selain Honduras, sejumlah negara yakni Guatemala, Kepulauan Marshal, Micronesia, Nauru, Palau, Togo dan Israel turut menolak keputusan PBB itu.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here