Media Sosial Dikaitkan Risiko Depresi yang Lebih Tinggi Di Antara Gadis Remaja

5,4 persen remaja perempuan mengaku kalau mereka tidur kurang dari tujuh jam

Indonesiainside.id, Jakarta — Gadis remaja lebih cenderung menunjukkan gejala depresi yang terkait dengan penggunaan media sosial dibandingkan remaja. Ini karena gangguan online dan gangguan tidur, serta citra tubuh yang buruk dan harga diri yang lebih rendah, menurut para peneliti pada hari Jumat (4/1).

Dalam sebuah studi yang menganalisis data dari hampir 11.000 orang di Inggris, para peneliti menemukan bahwa anak perempuan berusia 14 tahun lebih sering menjadi pengguna media sosial, dengan 40 persen dari mereka menggunakannya selama lebih dari tiga jam sehari, dibandingkan dengan 20 persen di kalangan remaja. kawan

Studi ini juga menemukan bahwa 12 persen pengguna media sosial ringan dan 38 persen pengguna yang sangat sering (lima jam sehari) menunjukkan tanda-tanda mengalami depresi yang lebih buruk.

Ketika para peneliti memeriksa proses yang dapat dikaitkan dengan lamanya perempuan mengakses dan menghabiskan waktu mereka di sosial media dengan depresi, mereka menemukan bahwa 40 persen anak perempuan dan 25 persen anak laki-laki diintimidasi secara online atau ‘cyberbullying’. 40 persen remaja dibandingkan dengan 28 persen remaja pria dilaporkan mengalami gangguan tidur. Kecemasan dan tidur yang tidak memadai keduanya terkait dengan depresi.

Para peneliti juga menemukan bahwa anak perempuan juga lebih terpengaruh oleh penggunaan media sosial dan kekhawatiran tentang citra tubuh, harga diri dan penampilan. Namun dalam hal ini, kesenjangan dengan kaum muda jauh lebih kecil.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here