India Siapkan RUU Amendemen Kewarganegaraan Anti-Muslim

Warga Assam menentang RUU, Foto: AFP

Oleh: Nurcholis

Pengkritik pemerintah menyebut rencana yang masuk dalam RUU Amandemen Kewarganegaraan 2019 sebagai kebijakan “anti-muslim”.

Indonesiainside.id, Jakarta — India berencana memberikan status kewarganegaraan pada imigran yang berasal dari kelompok agama minoritas, yang tertindas di sejumlah negara tetangga muslim, ungkap kementerian dalam negeri India, seperti dilaporkan kantor berita Reuters.

Rancangan Undang-Undang (RUU) Amandemen Kewarganegaraan ini disahkan oleh Lok Sabha (majelis rendah dalam Parlemen India) bagi negara-negara tetangga ‘muslim’.

Beberapa saat setelah RUU disahkan, juru bicara Partai Bharatiya Janata (Partai Nasionalis India/BJP) Mehdi Alam Bora mengundurkan diri dari semua jabatan partai sebagai bentuk protes.

Sejumlah pengkritik pemerintah menyebut rencana yang masuk dalam RUU Amandemen Kewarganegaraan 2019 ini adalah kebijakan “anti-muslim”.

Rencana ini disebut bermotif politik, kutip Voice of America.

Selain itu, pemerintahan Perdana Menteri India, Narendra Modi disebut mengumumkan rencana tersebut untuk meningkatkan elektabilitas partai Hindu nasionalisnya, BPJ, jelang pemilihan umum Mei mendatang.

RUU yang diajukan ini akan memberikan kewarganageraan bagi orang beragama Hindu, Sikh, Kristen dan Parsi dari Afghanistan, Pakistan dan Bangladesh yang datang ke India sebelum 31 Desember 2014.

“Mereka tidak punya tempat selain India,” kata Menteri Dalam negeri Rahnath Singh kepada parlemen.

“Mereka yang diberikan kewarganegaraan bisa tinggal di negara bagian manapun di sini.”

Namun, ada yang menentang rencana tersebut, terutama mereka yang tinggal di negara bagian Assam, di timur laut India.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here