India Siapkan RUU Amendemen Kewarganegaraan Anti-Muslim

Di sana warga selama bertahun-tahun mengeluhkan imigran asal Bangladesh yang disebut menguras sumber daya alam setempat.

Namun, Mendagri Singh menegaskan kepada masyarakat Assam bahwa beban tersebut tidak akan lagi ditanggung oleh negara bagian itu sendiri.

“Beban yang ditimbulkan imigran yang dipersekusi ini akan dibagi merata di seantero negeri. Assam tak akan menampung pengungsi sendiri,” katanya.

Juli tahun lalu, India secara efektif mencabut status kewarganegaraan 4 juta warga Negara Bagian Assam, Senin (30/7). Hal ini memicu kekhawatiran adanya deportasi massal warga Muslim di sana.

Partai Bharatiya Janata (BJP) Modi memenangkan kontrol atas Assam pada 2016 setelah berjanji akan mengusir para imigram gelap dari Muslim Bangladesh dan melindungi hak-hak kelompok pribumi.

Assam, di mana satu per tiga dari populasinya Muslim, merupakan satu-satunya negara bagian India yang mencatat daftar warga. Sesuai dengan Assam Accord, perjanjian yang ditandatangani oleh Perdana Menteri Rajiv Gandhi pada 1985, semua orang yang tidak dapat membuktikan bahwa mereka datang ke Assam sebelum 24 Maret 1971, sebelum Bangladesh didirikan, akan dihapus dari daftar pemilih dan diusir. (Cak)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here