Kelompok Hak Hewan Australia Menuntut Diakhirinya Penyembelihan Halal Muslim

Oleh: Nurcholis

Mereka mengklaim, hewan yang disembelih secara sadar setelah Belgia memberlakukan larangan.

Indonesiainside.id, Jakarta — Kelompok-kelompok hak asasi hewan Australia telah menuntut diakhirinya praktik penyembelihan halal ala Islam mana ternak dianggap disembelih sementara mereka sadar.

Royal Society for the Prevention of Cruelty to Animals (RSPCA) dan People for the Ethical Treatment of Animals (PETA) ingin hewan-hewan dipingsankan terlebih dahulu sebelum mereka disembelih, setelah sebelumnya wilayah Flanders di Belgia utara melarang rumah pemotongan hewan Muslim dan Yahudi.

“Sejumlah kecil tempat pemotongan hewan di Australia dikecualikan untuk menyembelih hewan tanpa dikejutkan (pingsan) sebelumnya, disahkan oleh otoritas makanan negara,” katanya sebagaimana dikutip Dailymail.co.uk.

RSPCA dan PETA tetap ingin semua hewan dipingsankan terlebih dahulu sebelum mereka disembelih.

Pada bulan Maret 2017, Menteri Perdagangan Steven Ciobo mengunjungi Indonesia selama tiga hari.

Australia mulai bulan Maret 2017 telah mendukung hukum Indonesia yang mensyaratkan, mulai Oktober 2019, semua daging yang diekspor ke negara mayoritas penduduk Muslim untuk disembelih dengan cara halal (islami).

Ciobo menggunakan kesempatan itu untuk mengumumkan bahwa Australia akan mendukung hukum di Indonesia, yang mulai berlaku pada Oktober 2019, yang mengharuskan sapi dan domba dipotong lehernya untuk dipasarkan secara luas di negara mayoritas Muslim terbesar di dunia.

Meskipun Indonesia mendapatkan 80 persen daging sapi dari Australia, RSPCA mengatakan pengecualian agama yang memungkinkan hewan tetap sadar ketika mereka disembelih tetap perlu diakhiri.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here