Taliban Batalkan Pembicaraan Damai Dengan AS

Jenderal AD John Nicholson, komandan pasukan Pasukan AS di Afghanistan, berjalan dengan pejabat Afghanistan selama kunjungan resmi di provinsi Farah, Afghanistan 19 Mei 2018. Foto: REUTERS / James Mackenzie

Oleh: Nurcholis

Kelompok gerilyawan itu menolak para pejabat “boneka” Afghanistan bergabung dalam pembicaraan.

Indonesiainside.id, Jakarta — Taliban Afghanistan pada Selasa (8/1) mengatakan mereka telah membatalkan pembicaraan perdamaian dengan para pejabat Amerika Serikat di Qatar pekan ini.

Taliban beralasan ada “ketidaksepakatan agenda”, terutama menyangkut keterlibatan para pejabat Afghanistan serta kemungkinan gencatan senjata dan pertukaran tahanan.

Sebelumnya, pembicaraan perdamaian dijadwalkan akan digelar pada Rabu selama dua hari, menurut pernyataan beberapa pejabat Taliban kepada Reuters.

Namun, kelompok gerilyawan itu menolak para pejabat “boneka” Afghanistan bergabung dalam pembicaraan.

Duta Besar AS di Kabul John Bass pada Rabu mencuit bahwa laporan-laporan soal pembicaraan antara AS dan Taliban “tidak akurat”.

Ia menambahkan, “Taliban perlu berbicara kepada sesama rakyat Afghanistan seperti layaknya mereka berbicara kepada media.” Pernyataan terpisah yang dicuitkan oleh Kedutaan Besar AS untuk Afghanistan menekankan bahwa pembicaraan antara pihak-pihak Afghanistan sangat penting dilakukan guna dapat menyelesaikan konflik.

Departemen Luar Negeri AS kemudian mengumumkan bahwa Utusan Khusus AS untuk Rekonsiliasi Afghanistan Zalmay Khalilzad akan memimpin delegasi antar lembaga ke India, China, Afghanistan dan Pakistan mulai 8 Januari.

Delegasi itu akan melakukan pertemuan dengan para pejabat tinggi pemerintah setiap negara untuk “memudahkan penyelesaian politik antara pihak-pihak Afghanistan”.

Deplu AS mengatakan Khalilzad terus mengkoordinasikan upayanya dengan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, Kepala Eksekutif Abdullah Abdullah serta pihak-pihak terkait lainnya di Afghanistan.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here