Vietnam Menilai Facebook Telah Melanggar UU Keamanan Cyber

Oleh: Nurcholis

UU baru ini dapat mempermudah otoritas untuk menyita data pelanggan dan membuat karyawan lokal ditangkap.

Indonesiainside.id, Jakarta — Facebook dinilai telah melanggar undang-undang (UU) keamanan siber di Vietnam karena mengizinkan penggunanya memposting komentar anti-pemerintah pada platform tersebut, demikian media pemerintah mengatakan hari Rabu, beberapa hari setelah UU kontroversial diberlakukan di negara yang diperintah komunis itu.

Meskipun reformasi ekonomi dan meningkatnya keterbukaan terhadap perubahan sosial, Partai Komunis Vietnam mempertahankan sensor media yang ketat dan tidak mentolerir adanya perbedaan pendapat.

“Facebook dilaporkan tidak menanggapi permintaan untuk menghapus fanpage yang memprovokasi kegiatan melawan negara,” kata kantor berita resmi Vietnam, mengutip Kementerian Informasi dan Komunikasi.

Dalam sebuah pernyataan, seorang juru bicara Facebook dikutip Reuters mengatakan, “Kami memiliki proses yang jelas bagi pemerintah untuk melaporkan konten ilegal kepada kami, dan kami meninjau semua permintaan ini terhadap persyaratan layanan dan hukum setempat kami.”

Pihak kementerian juga mengatakan bahwa Facebook memperbolehkan akun pribadi untuk mengunggah posting yang berisi konten fitnah, sentimen anti-pemerintah dan pencemaran nama baik individu dan organisasi.

“Konten ini telah ditemukan melanggar serius Undang-undang Vietnam tentang keamanan siber dan peraturan pemerintah tentang manajemen, penyediaan dan penggunaan layanan internet,” sambung keterangan yang sama.

Perusahaan-perusahaan teknologi global dan pegiat HAM, mengatakan, undang-undang keamanan dunia maya itu dapat merusak pengembangan dan menghambat inovasi di Vietnam.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here