Palestina Kecam Peresmian “Jalan Apartheid” di Yerusalem

Jalan Apartheid, memisahkan penduduk asli Palestina dengan kota nya sendiri, foto: Haaretz

Oleh: Nurcholis

Ini bukan “Jalan Apartheid” pertama di Palestina yang wilayah penjajahan. Sebab ‘Israel’ masih punya banyak jalan di mana orang Palestina tak diperbolehkan mengemudi tanpa izin khusus

Indonesiainside.id, Jakarta — ‘Israel’ meresmikan jalan raya baru di Tepi Barat pada hari Kamis yang menampilkan tembok beton besar yang memisahkan lalu lintas ‘Israel’ dan Palestina.

Setelah beberapa tahun tertunda, Rute 4370 di wilayah Yerusalem telah dibuka. Jalan ini menghubungkan Pemukiman Geva Binyamin ke Rute 1, Jalan Raya Yerusalem-Tel Aviv, antara French Hill dan Terowongan Naomi Shemer, yang mengarah ke Gunung Scopus.

Jalan raya, dengan panjang sekitar 2 mil yang memisahkan pengemudi Palestina di satu sisi dan pemukim Yahudi di sisi lain dengan pagar setinggi 26 kaki, menurut sebuah laporan.
Jalan yang dijuluki para analis sebagai “Apartheid Road” (Jalan Apartheid) dibagi di tengah oleh tembok setinggi delapan meter.

Sisi baratnya melayani warga Palestina, yang tidak bisa memasuki Yerusalem, sedangkan sisi timur jalan melayani pemukim, yang sekarang dapat mencapai Bukit Prancis dan Gunung Scopus dengan lebih mudah dari Anatot, Geva Binyamin dan Rute 60, utara kota.

Rute 4370, akan terbuka hanya untuk kendaraan ‘Israel’ saja, sementara separuh lainnya hanya akan terbuka untuk lalu lintas Palestina. Yang artinya, sistem jalan terpisah ini menguntungkan pemukim Yahudi.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here