Palestina Kecam Peresmian “Jalan Apartheid” di Yerusalem

Menteri Keamanan Publik Gilad Erdan menyebut jalan raya itu “sebuah contoh dari kemampuan untuk menciptakan koeksistensi antara warga ‘Israel’ dan Palestina sambil menjaga (terhadap) tantangan keamanan yang ada.”

Kecaman
Otoritas Palestina mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa “jalan apartheid” menimbulkan tantangan bagi kredibilitas masyarakat internasional.”

Tujuan jangka panjang adalah untuk memberikan pemukim dengan rute lain untuk memungkinkan mereka mengakses Yerusalem secara lebih langsung, kata Aviv Tatarsky dari LSM ‘Israel’ Ir Amim, yang menentang ekspansi pemukiman.

Tetapi orang-orang Palestina yang bepergian antara utara dan selatan Tepi Barat harus mengubah arah dan beberapa desa Palestina akan menemukan diri mereka lebih terisolasi dari Yerusalem, kata Tatarsky.

Mohammed Abu Zaid, direktur administrasi dewan lokal untuk Al-Zaim, sebuah desa Palestina di sisi lain tembok, khawatir bahwa perjalanan dari desanya ke kota akan diperpanjang sekitar delapan kilometer jika proyek tersebut selesai.

Orang-orang Palestina dan ‘Israel’ sering berbagi jalan di Tepi Barat, meskipun beberapa disediakan khusus untuk pemukim ‘Israel’.

Seorang pejabat Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) bergabung dengan yang lain yang menyebutnya “jalan apartheid pertama” dan menyuarakan kekhawatiran itu bisa menciptakan preseden buruk.

Bagi Tatarsky, jalan itu juga merupakan bagian dari upaya untuk menggabungkan permukiman ‘Israel’ di dekat Yerusalem lebih dekat ke kota, katanya.

Bagaimanapun ini bukan “Jalan Apartheid” pertama di Palestina yang diduduki. Menurut B’Tselem, NGO pembela Hak Asasi Manusia di Wilayah Pendudukan, ‘Israel’ memiliki banyak jalan di atau di mana orang Palestina tidak diperbolehkan mengemudi tanpa izin khusus.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here