Penutupan Pemerintah AS Memicu Kekhawatiran Keamanan

Oleh: Nurcholis

Penutupan pemerintah Trump berdampak pada agen tetap bekerja di FBI mengingat mereka belum digaji, sementara dana operasional terbatas

Indonesiainside.id, Jakarta — Penutupan mesin pemerintahan Amerika Serikat (AS) semakin memperburuk keadaan. Termasuk mencemaskan keamanan.

Kali ini petugas keamanan bandara dan penjaga udara memperingatkan, keamanan bandara di negara itu akan rentan terhadap bahaya jika penutupan berlanjut.

Sekitar 51.000 pekerja transportasi dan keselamatan adalah di antara 800.000 pekerja pemerintah federal yang dipaksa untuk bekerja tanpa dibayar karena krisis terjadi.

Administrasi Donald Trump sebelumnya telah meyakinkan staf-staf di semua bandara cukup dan wisatawan tidak akan terpengaruh oleh penutupan.

Tetapi para pemimpin serikat pekerja mengklaim bahwa banyak pekerja telah berhenti bekerja dan banyak yang akan mengundurkan diri.

Penutupan sebagian operasi pemerintah AS atau government shutdown telah berlangsung selama 19 hari dan diperkirakan akan terus berlanjut.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump hari Kamis (10/1) membatalkan rencananya menghadiri pertemuan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, akhir bulan ini.

“Karena ketidakpedulian Demokrat pada keamanan perbatasan dan pentingnya keselamatan bagi Bangsa kita, saya dengan hormat membatalkan perjalanan saya yang sangat penting ke Davos, Swiss untuk Forum Ekonomi Dunia,” kata Trump di Twitter, meminta maaf kepada tuan rumah atas ketidakhadirannya seperti disitir dari Anadolu, Jumat (11/1).

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here