Tembok Pemisah Yerusalem Dikecam

Oleh: Rengga Permana

Israel membuka ‘Jalan Apartheid’ untuk memisah pemukiman Yahudi dan Palestina di Yerusalem. Jalan tersebut ditutup tembok setinggi delapan meter untuk menghalangi masyarakat Palestina masuk.

Indonesiainside.id, Ramallah — Anggota Komite Pelaksana PLO Hanan Ashrawi mengutuk keras pembukaan jalan itu. Menurutnya, jalan apartheid menegaskan keinginan Israel atas kolonial rasisnya.

“Dan memaksakan `Israel Raya` di semua wilayah Palestina, yang bersejarah,” kata Ashrawi seperti dikutip dari Antara, Sabtu (12/01/2019).

Menurutnya, kebijakan Israel ini tak terlepas dari dukungan Pemerintah Amerika Serikat. Termasuk dalam pengesahan pelanggaran yang mengerikan oleh Israel dan penghinaan total terhadap hukum internasional serta konsensus global.

Israel dianggap Ashrawi berhasil menghancurkan kesinambungan wilayah serta keutuhan wilayah Tepi Barat Sungai Jordan, termasuk Jerusalem Timur. Hal itu demi meningkatkan permukiman kolonialnya dan memfasilitasi pembentukan Bantustan di seluruh wilayah Palestina yang diduduki.

Ia meminta masyarakat Internasional menghadapi dan turut mengecam perwujudan rasisme kolonial ini. “Dan meminta pertanggung-jawaban Israel atas tindakan sepihak tidak sahnya dan kejahatan perang dengan langkah nyata yang efektif, termasuk sanksi” beber Ashrawi.

Pejabat itu juga menyoal serangan militer Israel yang dilakukan setiap hari ke jantung kota besar Palestina, termasuk Ramallah dan Al-Bireh. Menurutnya, hal iti menggambarkan aksi teror membabi-buta Isrel terhadap penduduk sipil dengan tujuan memaksakan kendali mutlak Israel.

Ashrawi juga mengutuk rencana Israel untuk merampas 1.200 dunum (satu dunum sama dengan 1.000 meter) lahan orang Palestina yang diduduki di Bethlehem. Hal itu dilakukan untuk memperluas permukiman tidak sah di Efrat dan Gush Etzion.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here