41 Militan Dijatuhi Hukuman Mati Di Tunisia

Polisi Tunisia. Foto: Istimewa.

Oleh: Nurcholis |

Angkatan bersenjata Tunisia selama 6 tahun terakhir telah melakukan operasi melacak para militan idi daerah yang telah disebut zona militer tertutup pada 2014

Indonesiainside.id, Jakarta — Pengadilan Tunisia menjatuhkan hukuman mati 41 militan dalam serangan yang menewaskan 15 tentara di perbatasan dengan Aljazair pada 2014, menurut jaksa penuntut kemarin.

Hukuman terhadap semua terdakwa yang dituduh tanpa kehadiran mereka kecuali dua orang yang saat ini dalam tahanan, dilakukan di Ibu Kota Tunis hari Jumat, seorang juru bicara Sofiene Sliti kepada AFP.

Sebanyak 39 anggota terpidana masih bebas, ia menambahkan, bahwa semua yang dinyatakan bersalah terkait dengan kelompok al-Dawlah al-Islamīyah fī l-ʻIrāq wa-sh-Shām (DAESH).

Pengadilan Tunisia terus menetapkan hukuman mati meskipun tidak ada eksekusi sejak 1991.

Serangan bersenjata dan peluncur roket atas beberapa posisi militer pada Juli 2014 menyebabkan 15 gerilyawan tewas di daerah Gunung Chaambi di Kasserine barat yang masih merupakan tempat persembunyian kelompok militan.

Serangan itu adalah serangan terburuk pasukan militer negara itu.

Angkatan Bersenjata Tunisia dalam enam tahun terakhir telah melakukan operasi untuk melacak para militan yang diperlukan di daerah yang telah dikonfirmasi sebagai zona militer tertutup pada 2014.

Okba Ibn Nafaa, cabang Al-Qaeda yang berbasis di Tunisia, juga berada di daerah itu.

Sejak revolusi pada tahun 2011, Tunisia telah meningkatkan serangan militan yang telah menewaskan puluhan pasukan keamanan dan setidaknya 59 wisatawan asing.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here