Hakim Nigeria Desak Penyelesaian Larangan Jilbab Di Luar Pengadilan

Siswa Sekolah Internasional ISI, Nigeria. Foto: Istimewa.

Oleh: Nurcholis |

Beberapa siswa Muslimah ISI dan wali murid memprotes larangan pemakaian jilbab di lingkungan sekolah

Indonesiainside.id, Jakarta — Seorang hakim pengadilan tinggi Nigeria telah meminta komunitas Muslim dan sekolah menengah untuk menyelesaikan kontroversi pelarangan jilbab (penutup kepala) di luar pengadilan untuk “kepentingan perdamaian dan kohesi nasional.”

Hakim, Laniran Akintola, meminta kepada kedua belah pihak harus mempertimbangkan untuk menarik kembali kasus ini untuk menghindari “perpecahan negara lebih jauh”.

Tahun lalu, hampir selusin gadis Muslim Nigeria dilarang mengenakan jilbab mereka di International School Ibadan (ISI) di Ibadan barat daya yang menyebabkan protes dan kasus pengadilan yang diprakarsai oleh beberapa orang tua dari siswi-siswi tersebut.

“Akan lebih tepat jika Anda menyelesaikan masalah ini secara damai […],” kata Akintola dikutip Anadolu Agency.

Sebelumnya, beberapa siswa Muslimah ISI dan wali murid memprotes larangan pihak institusi sekolah atas pemakaian jilbab di lingkungan sekolah.

Dikutip media lokal, orang tua siswa yang mengajukan gugatan atas nama lingkungan mereka, adalah Taofeek Yekinni, Idris Badiru, Sikiru Babarinde, Muideen Akerele, Abdurrahman Balogu dan sembilan lainnya.
Para tergugat adalah pihak sekolah, Kepala Sekolah, dan para pengelola.

Mereka meminta pengadilan untuk menyatakan pelarangan ini sebagai tindakan ilegal, salah dan tidak konstitusional.

Mereka menuduh bahwa larangan tersebut melanggar hak mereka untuk kebebasan berpikir, beragama dan hak atas pendidikan sebagaimana tercantum dalam bagian 38 (1) (a) dan 42 (1) (a) dari konstitusi.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here