Kota London Cabut Penghargaan Kehormatan Yang Diberikan Pada Suu Kyi

Aung San Syuu Kyi. Foto: Dawn

Oleh: Nurcholis |

Tahun 2017 Suu Kyi hanya dianugerahi ‘Kehormatan Kebebasan’ atas “dedikasi yang teguh untuk menciptakan kedamaian, keamanan dan kebebasan”

Indonesiainside.id, Jakarta — Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi kembali akan kehilangan medali kehormatannya setelah para anggota dewan Kota London memutuskan pencabutan penghargaan, kasus pertama dalam sejarahnya.

Seorang anggota dari City of London Corporation (CLC) – telah memulai proses pembatalan penghargaan yang diberikan kepada Aung San Suu Kyi pada tahun 2017.

Suu Kyi, pemenang Hadiah Nobel Perdamaian, telah dituduh terlibat dalam pembersihan etnis Muslim Rohingya. Kebisuannya pada masalah ini telah menarik banyak kritik dari seluruh dunia.

“City of London Corporation mengutuk pelanggaran kemanusiaan yang mengejutkan yang dilakukan di Myanmar, dan telah menulis surat kepada Duta Besar untuk Myanmar untuk mengungkapkan keprihatinan mendalam tentang situasi saat ini di negaranya,” kata pernyataan itu dikutip Kantor Berita Anadolu.

CLC juga mengatakan mereka akan menulis surat kepada Suu Kyi untuk memberitahunya tentang langkah untuk membatalkan penghargaan.

The Evening Standard mengatakan, CLC mengutip kegagalan Suu Kyi untuk bisa “berbicara dan mengakui genosida yang terjadi”, sebuah referensi untuk krisis di Myanmar, yang dimulai pada 2015 dan telah melihat ratusan ribu Muslim Rohingya melarikan diri akibat penganiayaan militant Buddha dan militer.

Aanggota dewan CLC telah mendukung mosi Munsur Ali (anggota dewan untuk Portsoken) yang akan menghapus Kehormatan Kota. Meskipun tidak memiliki efek praktis, ini adalah kehormatan tertinggi yang dapat diberikan Kota London dan biasanya diperuntukkan bagi para kepala negara atau tokoh global seperti Uskup Agung Desmond Tutu, penemu internet Tim Berners-Lee dan Winston Churchill.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here