Pejabat Tinggi Intelijen Yaman Akhirnya Tewas Oleh Serangan Drone Houthi

Tentara Yaman usai serangan Drone pemberontak Houthi. foto: Al Jazeera

Oleh: Nurcholis |

PBB menyuarakan alarm pada hari Jumat setelah serangan itu dan mendesak “semua pihak dalam konflik untuk menahan diri

Indonesiainside.id, Jakarta — Seorang pejabat tinggi intelijen Yaman terluka dalam serangan pesawat tak berawak oleh pemberontak al Houthi di pangkalan udara terbesar Yaman yang dipegang tentara koalisi Saudi telah meninggal hari Munggi, kutip Arabnews hari Senin.

Brigadir Jenderal Saleh Tamah sebelumnya terluka pada hari Kamis dalam serangan terhadap parade militer di Pangkalan Udara Al-Anad di Provinsi Lahij barat daya, sekitar 60 kilometer utara Aden.

Sumber-sumber medis mengatakan kepada AFP bahwa Tamah menjalani beberapa operasi di sebuah rumah sakit di Aden tetapi meninggal Minggu pagi.

Sejauh ini, setidaknya tujuh pejabat tewas dalam serangan yang juga menyebabkan 11 anggota senior pusat operasi yang dipimpin Saudi itu cedera.

Rekaman serangan menunjukkan satu pesawat nirawak meledak di atas podium, tempat puluhan personel militer berdiri.

Di antara mereka yang terluka adalah Wakil Kepala Staf Saleh al-Zandani, Komandan Senior Fadel Hasan, dan Gubernur Provinsi Lahij Ahmad Abdullah al-Turki, dua yang terakhir telah dipindahkan ke Arab Saudi untuk perawatan, kutip AFP.

Turki dan Zandani diangkut ke Arab Saudi untuk perawatan, kata seorang pejabat Yaman kepada AFP.

PBB menyuarakan alarm pada hari Jumat setelah serangan itu dan mendesak “semua pihak dalam konflik untuk menahan diri dan menahan diri dari eskalasi lebih lanjut”.

Pada perundingan di Swedia bulan lalu, PBB berhasil menengahi beberapa perjanjian antara milisi pemberontak Houthi yang diduking Iran dan pemerintah yang didukung Saudi sebagai peluang terbaik untuk mengakhiri hampir empat tahun konflik.

Pihak-pihak yang bertikai menyetujui kesepakatan gencatan senjata untuk pelabuhan bantuan utama Hodeida yang dipegang pemberontak Houthi dan kota pertempuran ketiga Taiz.

PBB sedang bekerja untuk menjadwalkan putaran baru konsultasi, mungkin di Kuwait, bertujuan untuk menyusun kerangka kerja politik.

Arab Saudi menyerbu Yaman pada 2015 dengan tujuan mengembalikan mantan presiden Abd Rabbuh Mansour Hadi yang mengundurkan diri di tengah kebuntuan politik pada Januari 2015 dan kemudian melarikan diri ke Riyadh.

Invasi untuk mengusir milisi pemberontak Syiah al Houthi gagal mencapai tujuannya, tetapi perang dilaporkan telah menelan korban lebih dari 56.000 orang dan menempatkan negara itu dalam kelaparan yang akut.

Pada hari Sabtu, tentara Yaman menembakkan dua rudal balistik terhadap posisi-posisi militer di wilayah Najran Arab Saudi, sementara tembakan artileri menghantam benteng-benteng di Jizan di dekatnya, lapor TV Yaman al-Masirah.

Sumber yang dekat dengan Arab Saudi menyalahkan pemberontak Houthi atas serangan itu, tetapi Mohammed Ali al-Houthi, Ketua Komite Revolusi Tertinggi gerakan pemberonak Syiah al Houthi, menolak tuduhan di Twitter.* (Cak)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here