Lebih Dari 3.300 Dokter Muda Selandia Baru Lakukan Aksi Mogok Kerja

Ribuan operasi, janji pertemuan dan layanan medis telah dibatalkan, meskipun layanan darurat dan tindakan penyelamatan akan tetap berjalan karena para dokter senior, yang tidak ikut aksi mogok, diminta turun tangan.

Rumah sakit pemerintah meminta warga membatasi kunjungan kecuali dalam kondisi darurat.

Dokter muda atau petugas medis residen (RMO), menginginkan kontrak kerja yang sudah ada, karena menurut mereka kententuan baru yang diusulkan pemerintah akan berarti pergeseran jam kerja yang lebih lama dan memungkinkan para dokter dipindahkan ke rumah sakit lain tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Serikat mereka, Asosiasi Dokter Muda Selandia Baru atau New Zealand Resident Doctors’ Association (NZRDA), telah melakukan pembicaraan dengan Badan Kesehatan Daerah atau District Health Board (DHB) selama lebih dari satu tahun terkait ketentuan baru, yang juga memperhitungkan pembayaran jam lembur, pergantian kerja pada akhir pekan dan dinas malam.

Reuters tidak dapat menghubungi DHB secara langsung untuk meminta komentar terkait aksi mogok ini.

Basis serikat pekerja tradisional sayap kiri menyerukan kembali aksi mogok selama 48 jam pada 29-30 Januari mendatang, yang sepertinya akan memberikan tekanan lebih kepada pemerintah.

Mereka juga akan melakukan pembicaran guna menghindari aksi mogok oleh ribuan guru sekolah seperti tahun lalu setelah mereka menolak besaran kenaiakan upah yang ditawarkan. (Cak/Ant)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here