Warganya Digantung, PM Kanada: Cina Terapkan Hukum Sewenang-Wenang

Robert Lloyd Schellenberg. Foto: the new york time

Oleh: Nurcholis |

Schellenberg akan menjadi orang Kanada pertama yang dieksekusi di Tiongkok

Indonesiainside.id, Jakarta — Keputusan Pengadilan Tiongkok menghukum seorang pria asal Kanada atas kasus perdagangan narkoba hari Senin dinilai akan semakin memperburuk hubungan diplomatik antara Ottawa dan Beijing.

Perdana Menteri Justin Trudeau mengungkapkan kekesalannya pada otoritas Cina yang dinilai secara sewenang-wenang memaafkan salah satu pria Kanada bernama Robert Lloyd Schellenberg, yang ditangkap karena menyelundupkan narkoba.

“Situasi ini mengkhawatirkan pemerintah Kanada, dan itu harus menjadi perhatian bagi negara-negara terafiliasi lainnya ketika Tiongkok secara sewenang-wenang mengeksekusi hukuman mati, seperti dalam kasus ini,” katanya dikutip Reuters.

Lebih lanjut, Justin Trudeau mengecam hukuman mati yang diberikan Pengadilan Tiongkok hari Senin.

“Ini menjadi keprihatinan serius bagi kami sebagai pemerintah, demikian juga dengan sekutu internasional kami bahwa Cina telah memutuskan memutuskan menjatuhkan hukuman mati seperti dalam kasus ini,” kata Trudeau dikutip ABC.

Schellenberg ditangkap pada tahun 2014 dan diadili pada tahun 2016 karena diduga terlibat dalam penyelundupan 489 pound (222 kilogram) metamfetamin dari Tiongkok ke Australia. Dia menerima hukuman 15 tahun pada saat itu. Terdakwa mengatakan bahwa dia hanyalah turis dan ditipu oleh penjahat.

Pengadilan di Kota Dalian di Provinsi Liaoning menyidangkan kembali Robert Lloyd Schellenberg. Dalam persidangan terbaru ini pengadilan memutuskan bahwa dia dijatuhi hukuman mati, kata pernyataan pengadilan di situsnya.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here