Jumlah Kemiskinan Ekstrem Meningkat Di Amerika Latin

Grafiti yang dilukis seniman jalanan di Sao Paulo, Brasil. Foto: AFP PHOTO/Nelson ALMEIDA

Oleh: Nurcholis |

Brasil mengalami kemiskinan ekstrem, meningkat 5,5 persen dari populasi pada 2017

Indonesiainside.id, Jakarta — Jumlah orang yang hidup dalam garis kemiskinan secara ekstrem meningkat pada tahun 2017 ke level tertinggi dalam hampir satu dekade di Amerika Latin, meskipun ada perbaikan dalam kebijakan pengeluaran sosial pemerintah, ujar badan PBB mengatakan hari Selasa.

Komisi Ekonomi untuk Amerika Latin dan Karibia (ECLAC) dikutip Reuters mengatakan proporsi orang dalam kemiskinan ekstrem, yang ditandai dengan kurangnya akses ke kebutuhan dasar manusia seperti makanan dan tempat tinggal, naik menjadi 10,2 persen dari populasi pada tahun 2017, atau 62 juta orang, dari 9,9 persen pada 2016.

Angka tersebut merupakan tertinggi sejak 2008, sebagian besar disebabkan oleh kemunduran ekonomi di Brasil, yang baru mulai pulih tahun lalu dari resesi terburuk dalam beberapa dekade.

Brasil memiliki sekitar 200 juta orang, menjadikannya negara terpadat di Amerika Latin.

“Kami memiliki tahun-tahun pertumbuhan ekonomi yang sangat rendah dan dampaknya sebagian besar pada pengangguran,” kata Alicia Bárcena, sekretaris eksekutif ECLAC, kepada Reuters di Santiago, Chili, Selasa (15/1/2019).

Kemiskinan pada basis yang lebih umum menurun di Chili, El Salvador dan Republik Dominika dari 2012 hingga 2017, sebagian besar karena peningkatan pendapatan kerja.

Tetapi kondisinya memburuk di Brasil, dengan kemiskinan ekstrem meningkat menjadi 5,5 persen dari populasi pada 2017, dari 5,1 persen pada tahun sebelumnya, kata ECLAC.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here