Pertemuan Rohingya untuk Mendorong Gerakan ‘Boikot Myanmar’

Maung Zarni. Foto: FRC

Oleh: Nurcholis |

Sejak 25 Agustus 2017, hampir 24.000 Muslim Rohingya telah terbunuh oleh pasukan militer Myanmar, menurut laporan oleh Ontario International Development Agency (OIDA).

Indonesiainside.id, Jakarta–Sebuah konferensi internasional tentang Rohingya di New York pada hari Jumat ini akan akan dilakukan sebagai “pemersatu” bagi akademisi, aktivis, PBB dan praktisi hukum, kata organisasinya, Kamis.

Konferensi  yang diselenggarakan oleh Koalisi Rohingya Merdeka (FRC), di Barnard College, Columbia University, di New York City pada 8 dan 9 Februari akan mengupayakan gerakan boikot terhadap Myanmar yang serupa dengan gerakan Boikot, Divestasi dan Sanksi (BDS) melawan Israel, kata Maung Zarni, koordinator urusan strategis untuk kelompok itu.

“[Boikot] pemerintah sipil Suu Kyi, militer pembunuh, dan masyarakat yang sangat rasis dan lembaga-lembaganya ….. yang telah digunakan oleh pemerintah dan militer sebagai senjata kebencian, informasi yang salah dan kekerasan, seperti BDS melawan Israel , ”aktivis HAM asal Myanmar yang berbasis di Inggris, Maung Zarni mengatakan kepada Anadolu Agency dalam sebuah wawancara.

Rohingya, yang digambarkan oleh PBB sebagai orang yang paling teraniaya di dunia, telah menghadapi ketakutan yang meningkat akan serangan sejak belasan orang terbunuh dalam kekerasan komunal pada 2012.

Menurut Amnesty International, lebih dari 750.000 pengungsi Rohingya, sebagian besar wanita dan anak-anak, telah melarikan diri dari Myanmar dan menyeberang ke Bangladesh setelah pasukan Myanmar melancarkan penumpasan terhadap komunitas Muslim minoritas pada Agustus 2017.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here