Muslim Sri Lanka Shalat di Masjid yang Dibakar

Masjid yang dirusak massa (South China Morning Post)

oleh: Nurcholis |

Indonesianinside.id, Jakarta–Komunitas Muslim minoritas di Sri Lanka mengadakan shalat Jumat yang dijaga oleh personil militer dan polisi di seluruh masjid, termasuk masjid yang dirusak oleh kerusuhan setelah serangan teroris Minggu Paskah.

Polisi mengatakan kontrol keamanan akan tetap diperketat akhir pekan ini ketika umat Buddha merayakan Hari Waisak dan negara itu menandai penyelesaian perang 10 tahun dengan gerilyawan Macan Tamil.

Para pemimpin agama mengatakan bahwa beberapa masjid yang rusak telah dibersihkan dari puing-puing dan jemaat sekarang berkerumun.

“Kami menerima sekitar 450 hingga 500 jemaat,” kata Tuan M. I. M. Siddeeque kepada AFP melalui telepon. Dia adalah takmir masjid di Kinyama, Wilayah Barat Laut yang paling terkena dampak kerusuhan anti-Muslim dan pembakaran masjid.

“Ada enam tentara di luar masjid dan banyak lagi polisi di pangkal jalan raya,” kutip AFP.

Siddeeque mengatakan masjidnya telah dibersihkan dari puing-puing tetapi jendela, furnitur dan speaker masih belum diganti.

Di Kota Minuwangoda, jamaah memenuhi tingkat satu di masjid dua lantai untuk sholat meskipun pekerjaan perbaikan belum dimulai.

Menurut warga setempat, umat Buddha dan Katolik juga menampilkan diri sebagai tanda persatuan dengan komunitas Muslim.

Polisi mengatakan tidak ada insiden besar terjadi meskipun beberapa ketegangan dilaporkan kadang-kadang di beberapa tempat.

“Polisi dapat mengendalikan situasi dan dengan cepat kembali seperti biasa,” kata seorang pejabat senior kepolisian kepada AFP. Jam malam dibatalkan pada hari Kamis.

Kerusuhan pecah tiga minggu setelah serangan bom di tiga gereja dan tiga hotel mewah di Kolombo, yang menewaskan 258 orang. Serangan pada 21 April diyakini didalangi oleh kelompok teroris lokal. (cak)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here