FBI Mendeteksi Peningkatan Teror Supremasi Kulit Putih

Brenton Tarrant (29), teroris dua masjid kembar Selandia baru

Oleh: Nurcholis |

 

Indonesiainside.id, Jakarta–FBI telah mendeteksi peningkatan mencolok jumlah kasus teror supremasi kulit-putih di dalam negeri, demikian satu laporan yang disiarkan pada Kamis (23/5), kutip Anadolu.

Seorang pejabat kontra-terorisme yang tak disebutkan jatidirinya mengatakan kepada CNN bahwa biro tersebut telah menangani peningkatan teror dalam negeri dalam beberapa bulan belakangan sementara aksi teror internasional sudah bertahan setelah kekalahan wilayah organisasi Da’esh di Irak dan Suriah.

FBI menangkap 150 orang dengan tuduhan mulai dari teror dalam negeri pada 2017, 120 pada 2018, dan seorang pejabat yang tak disebutkan namanya mengatakan FBI berada di jalur untuk menangkap jumlah yang sama atau bahkan lebih dari jumlah tersebut sampai akhir September.

Itu membuat satu kuartal dalam setahun saat orang yang ditangkap mungkin bertambah, kata Kantor Berita Turki, Anadolu –yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat malam.

Berbagai kasus yang dipandang sebagai teror dalam negeri oleh FBI biasanya mencakup kekerasan anti-pemerintah, serangan terhadap kelompok agama atau ras dan orang-orang, serta ekstremis anti-aborsi serta lingkungan hidup, kata CNN.

FBI tidak memberikan data kuantitatif kepada CNN untuk memperlihatkan kenaikan jumlah kasus supremasi kulit-putih dalam negeri.(cak)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here