Pemohon Visa Amerika Wajib Menyerahkan Akun Medsos

- Advertisement -

Oleh : Eko P |

Indonesiainside.id, Jakarta – Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mulai memberlakukan aturan yang mewajibkan semua pemohon visa ke negeri itu menyertakan informasi mengenai akun sosial media, alamat email yang mereka miliki sebelumnnya dan juga nomor telepon.

Informasi Soal Akun Media Sosial
Pemohon visa harus memberitahu nama akun mereka di Facebook, Twitter, Instagram dan YouTube. Sasarannya adalah imigran dan turis dari negara-negara Islam.

- Advertisement -

Kebijakan ini dinilai sebagai usaha dari Presiden Donald Trump untuk memperkuat pengawasan terhadap para migran dan turis yang masuk ke sana.

Deplu AS mengatakan mereka sudah mengubah formulir visa untuk imigran dan non-imigran bagi informasi tambahan termasuk soal akun sosial media.

Perubahan yang diajukan bulan Maret 2018 tersebut diperkirakan akan mempengaruhi sekitar 15 juta warga asing yang mengajukan permohonan visa untuk masuk ke Amerika Serikat setiap tahunnya.

Formulir visa baru ini memuat sejumlah platform media sosial termasuk Facebook, Instagram, Twitter, Reddit, YouTube dan Weibo — dan meminta pemohon menulis nama akun yang mereka punyai selama lima tahun terakhir.

Mereka juga memberikan kesempatan kepada pemohon untuk memberikan informasi tambahan untuk akun yang tidak disebutkan dalam formulir.

Hina Shamsi, Direktur sebuah lembaga yang memperjuangkan hak sipil di Amerika Serikat, American Civil Liberties Union’s National Security Project, mengatakan tidak ada bukti bahwa pemantauan terhadap media sosial itu berjalan efektif.

“Ini akan berdampak buruk pada kebebasan berpendapat dan membuat orang yang melakukan swa sensor di internet,” ujarnya dilansir ABC News, Senin (3/6).

Shamsi menuding, kemungkinan besar bahwa pengecekan media sosial ini akan secara tidak adil ditujukan mencari sasaran imigran dan turis dari negara-negara Muslim, sehingga permohonan mereka tidak dikabulkan, tanpa kemudian membuat keamanan nasional AS lebih baik.

Sebelum ini pengecekan terhadap akun media sosial, email dan nomor telepon sudah diterapkan terhadap para pemohon visa yang dianggap perlu diperiksa lebih lanjut, mereka yang pernah melakukan perjalanan ke daerah yang pernah dikuasai oleh kelompok teroris.

Deplu AS mengakui mengumpulkan informasi tambahan dari para pemohon ini untuk mengukuhkan identitas para pemohon. (EPJ)

Berita terkini

Jelang Tahun Ajaran Baru, Kemenag Rampungkan Modul Moderasi Beragama

Indonesiainside.id, Jakarta - Setelah melewati proses panjang, Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama merampungkan penyusunan modul Moderasi Beragama untuk siswa madrasah. Modul ini sudah terbit...
- Advertisement -
ads1 mekarsari

Kasus Covid-19 di Pabrik Unilever, Bupati Bekasi: Jangan Ada Lagi Klaster Baru di Sektor Industri

Indonesiainside.id, Bekasi - Temuan kasus Covid-19 di PT Unilever Savoury Factory Cikarang, Bekasi, mengakibatkan kasus Covid-19 di wilayah ini kembali meningkat. Jumlah kasus terkonfirmasi...

Anies dan JK Resmikan Masjid Amir Hamzah, Semoga Jadi Sumber Inspirasi Seniman

Indonesiainside.id, Jakarta - Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, meresmikan Masjid Amir Hamzah yang di kawasan Taman Ismail Marzuki, Menteng, Jakarta Pusat. Peresmian menandai...

Perombakan Kabinet Prancis, Pertaruhan Presiden Macron untuk Pilpres 2022?

Indonesiainside.id, Paris – Perdana Menteri Prancis Édouard Philippe, mengajukan pengunduran dirinya dan pemerintahannya, pada Jumat (3/7). Istana Élysée melaporkan  dalam sebuah pernyataan bahwa Presiden...

Berita terkait

PM Prancis Edouard Philippe Tiba-Tiba Mundur, Ada Apa?

Indonesiainside.id, Paris - Perdana Menteri (PM) Prancis Edouard Philippe bersama kabinetnya mengundurkan diri hari ini Jumat (3/7). Pengunduran dirinya dan seluruh pemerintahannya disampaikan kepada...

Kasus Infeksi Covid-19 di Thailand Tembus 3.000 Orang

Indonesiainside.id, Jakarta - Jumlah infeksi Covid-19 di Thailand naik menjadi 3.180 pada Jumat, setelah ada penambahan 1 kasus baru. Juru bicara penanganan Covid-19 Thailand Taweesilp...

Dewan Imigrasi Kanada Rilis Laporan Upaya ‘Pembersihan’ Gulenist di Turki

Indonesiainside.id, Jakarta - Dewan Imigrasi dan Pengungsi Kanada (IRB) telah memperbarui datanya dalam laporan tahunan 2020 mengenai tentang upaya 'pembersihan' massal di Turki yang...

Teroris di Dua Masjid Selandia Akan Divonis Bulan Depan

Indonesiainside.id, Auckland - Vonis hukuman bagi teroris Australia yang melakukan pembantaian di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, pada 2019 akan dijatuhkan bulan depan. Penembakan...

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here