Penyerang Masjid Christchurch Menghadapi Tuduhan Terorisme Baru

Brenton Tarrant teroris asal Australia. Foto : Net

Oleh: Nurcholis |

 

Indonesiainside.id, Jakarta– Brenton Tarrant, teroris tersangka insiden penembakan besar-besaran di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, diperkirakan akan mengajukan banding dan menghadapi dakwaan terorisme baru ketika dihadapkan ke pengadilan hari ini.

Pada 15 Maret, yang disiarkan langsung di Facebook, Tarrant, teroris kulit putih dari Australia yang mempersenjatai diri dengan senapan semi-otomatis, menargetkan kaum Muslim yang sedang melakukan shalat Jumat di dua masjid Christchurch, menewaskan 51 jamaah dan melukai puluhan lainnya.

Tarrant telah menghadapi 50 tuduhan pembunuhan untuk serangan itu dan ketika dihadapkan di Pengadilan Tinggi Christchurch, ia akan didakwa dengan tindakan teroris – pertama kali tuduhan tersebut dibacakan di Selandia Baru.

Polisi mengumumkan rencana untuk membawa tuduhan terorisme dan tuduhan tambahan membunuh bulan lalu.

Pernyataan yang dikeluarkan kepada media oleh Hakim Pengadilan Tinggi Christchurch, Cameron Mander pekan lalu menyatakan bahwa Tarrant diperkirakan akan mengajukan banding terhadap dakwaan tersebut.

Tarrant tidak diharuskan mengajukan banding ketika dihadapkan ke pengadilan pada 5 April lalu karena Hakim Mander memerintahkannya untuk menjalani pemeriksaan mental terlebih dahulu untuk menentukan apakah ia layak diadili.

Pengadilan juga menarik instruksi yang mengharuskan wajah Tarrant ditutup, yang memaksa media untuk memburamkan wajahnya.

“Pengadilan memutuskan bahwa tidak lagi gambar wajah terdakwa ditutup dan perintah sekarang ditarik,” menurut hakim pekan lalu.

Tarrant, seorang warga negara Australia ditangkap tak lama setelah pembantaian dan dipindahkan ke satu-satunya penjara kendali satu-satunya Selandia Baru di Auckland.

Sidang di Pengadilan Tinggi Christchurch ini akan disiarkan melalui video, kutip Reuters.

Perdana Menteri Jacinda Ardern menyebut pembantaian pembantaian itu sebagai tindakan teroris dan segera memperkenalkan undang-undang senjata api baru yang melarang penggunaan senjata semi-otomatis. (cak)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here