Pejabat Turki Ramai-ramai Sampaikan Belasungkawa Meninggalnya Mohamad Morsi

(Alm) Dr Mohamad Morsi (MEE)

Oleh: Nurcholis

Indonesiainside.id, Jakarta — Mantan Presiden Mesir yang digulingkan Presiden Mohamad Morsi meninggal setelah ia dinyatakan bersalah di sidang pengadilan kemarin.

Televisi Mesir melaporkan, Morsi meninggal karena serangan jantung, setelah runtuhnya sidang di pengadilan.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, yang sangat mendukung almarhum pemimpin Mesir, menyatakan berbelasungkawa dan menganggap kematian Morsi sebagai martir.

Dia mengutuk tindakan keras terhadap rezim El-Sisi terhadap Morsi, yang dia anggap sebagai tiran.

“Di mata kami, Morsi adalah seorang martir. Sejarah tidak akan melupakan mereka yang kejam dan menyebabkan kematian para pemimpin Islam. Morsi diancam di penjara, ” kata Erdogan.

Tak sedikit pejabat Turki menyampaikan belasungkawa serupa.

Pejabat di Turki turun ke Twitter pada hari Senin untuk menyampaikan simpati mereka atas kematian Presiden Mesir yang digulingkan Mohamad Morsi.

Direktur Komunikasi Kepresidenan Fahrettin Altun menyampaikan belasungkawa kepada rakyat Mesir dan dunia Muslim.

“Presiden Mesir pertama yang terpilih secara demokratis Mohamad Morsi yang digulingkan oleh kudeta berdarah di depan mata seluruh dunia meninggal di ruang sidang. Semoga dia beristirahat dalam damai,” katanya dikutip Anadolu Agency.

“Saudaraku, kamu bebas! Semoga kamu beristirahat dalam damai! Semoga Tuhan mengistirahatkan jiwamu !,” Menteri Kehakiman Abdulhamit Gul juga melalui akun twitter.

Ketua Parlemen Mustafa Sentop menyatakan kesedihan mendalam atas kematian Morsi, yang datang di ruang sidang di mana ia menghadapi banyak tuduhan.

“Belasungkawa kepada orang-orang Mesir, dunia Islam dan semua orang yang tertindas. Saya percaya bahwa perjuangannya dan hidupnya akan membimbing mereka yang mengikutinya,” tulis Sentop di situs microblogging itu.

“Morsi dan teman-temannya adalah pemenang sebelum keadilan dan sejarah dan para putschist adalah pecundang. Morsi adalah pemimpin hebat yang memiliki keberanian untuk berdiri di sisi legitimasi. Morsi dipenjara, tetapi lebih bebas daripada mereka yang memenjarakannya,” ujarnya.

Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu mengatakan: “Perjuangan demokrasi, perjuangan mencari hak dan perjuangan orang-orang yang tertindas terhadap penganiayaan memiliki martir lain hari ini. Tentu saja akan ada yang lain, tetapi tidak ada yang akan dilupakan.”

Semementara, Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu juga menyampaikan belasungkawa.

“Kudeta membawanya pergi dari kekuasaan, tetapi ingatannya tidak akan dihapus dari hati kita. Umat tidak akan melupakan sikap tegasnya! Beristirahatlah dengan tenang, Morsi,” tulis Cavusoglu.

Ketua Komite Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) Numan Kurtulmus menyebut Morsi sebagai “martir” yang telah dipilih oleh suara sah rakyat Mesir dan menyatakan belasungkawa.

“Presiden pertama Mesir yang terpilih, Mohamad Morsi, diadili di ruang sidang di bawah kendali junta setelah kudeta yang tidak bermoral dan melanggar hukum. Dia menjadi martir di ruang sidang,” kata juru bicara Partai AK Omer Celik.

Mohamad Morsi meninggal hari Senin dalam sebuah persidangan untuk menghadapi dakwaan yang diyakini banyak orang bermotivasi politis, kutip Anadolu Agency.

Morsi adalah presiden Mesir pertama yang terpilih secara demokrasi dan salah satu pemimpin Ikhwanul Muslimin yang akhirnya dilarang.

Dia dijatuhi hukuman mati dan 48 tahun penjara setelah dinyatakan bersalah atas lima dakwaan, termasuk ikut ikut serta dalam Gerakan Islam Palestina (Hamas), dan tuduhan mata-tama untuk Qatar, di samping menghina sistem peradilan Mesir.

Morsi dikurung sendirian selama 23 jam sehari, dan hanya diperbolehkan bekerja selama satu jam. Selama di penjar ia tidak diberi akses ke media, dilarang membawa buku atau surat kabar, di samping memiliki kontak dengan pihak lain, kecuali penjaga penjara.

Morsi yang memiliki masalah kesehatan. Di antaranya diabetes, penyakit hati dan ginjal juga dilaporkan tidak menerima perawatan medis dari pemerintah al Sisi. (cak)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here