India Kecam Laporan AS Serangan Umat Hindu pada Muslim

- Advertisement -

Oleh: Nurcholis

Indonesiainside.id, Jakarta — India mengutuk laporan AS yang mengklaim tidak memiliki toleransi beragama di bawah pemerintahan Perdana Menteri, Narendra Modi.

Laporan tahunan tentang kebebasan beragama internasional diterbitkan oleh Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menjelang kunjungannya ke India pada hari Selasa.

- Advertisement -

Laporan tersebut mengklaim bahwa umat Hindu menggunakan kekerasan, pelecehan dan ancaman terhadap Muslim dan kelompok kasta Dalit, kasta rendah pada tahun 2017.

“Serangan gerombolan oleh kelompok ekstremis Hindu yang kejam terhadap komunitas minoritas, terutama Muslim, terus berlanjut sepanjang tahun di tengah rumor bahwa para korban telah berdagang atau membunuh sapi untuk daging sapi,” kata dokumen itu dikutip The Independent.

Laporan itu mengatakan pihak berwenang “sering melindungi pelaku dari penuntutan” dan bahwa serangan “termasuk tuduhan keterlibatan oleh petugas penegak hukum”.

“Ada laporan pembunuhan yang bermotivasi agama, penyerangan, kerusuhan, diskriminasi, vandalisme dan tindakan yang membatasi hak individu untuk mempraktikkan keyakinan agama mereka,” tambah dokumen itu.
Pemerintahan Narendra Modi telah lama dituduh telah meminggirkan minoritas Kristen dan Muslim sejak ia memegang tampuk kekuaasaannya pada tahun 2014.

Dalam laporan yang dirilis hari Jumat (21/6), AS menyebut beberapa pejabat senior dari partai Perdana Menteri India Narendra Modi, yakni Bharatiya Janata Party (BJP) telah membuat pidato yang bersifat menghasut terhadap pemeluk agama minoritas di negara itu tahun lalu.

Kementerian Luar Negeri India menolak laporan itu dengan mengklaim bahwa entitas asing atau asing tidak berhak mengkritik hak-hak rakyatnya yang dilindungi secara konstitusional.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri India Raveesh Kumar mengatakan konstitusi negaranya menjamin hak-hak dasar dan kebebasan beragama semua warganya, termasuk komunitas minoritas Muslim yang populasinya mencapai 14 persen dari total penduduk India.

“Kami tidak melihat locus stan di (kedudukan hukum) untuk entitas asing yang menyatakan status hak warga negara kami yang dilindungi secara konstitusional,” ujarnya pada Ahad (23/6).

Menlu AS Mike Pompeo dijadwalkan mengunjungi India hari Selasa (25/6) mendatang untuk memperkuat hubungan antara kedua negara guna membahas masalah tarif, peraturan perlindungan data, visa AS untuk warga negara India dan pembelian senjata dari Rusia.

Belum diketahui apakah laporan Departemen Luar Negeri AS tentang praktik kebebasan beragama di India akan mengganggu kunjugannya ke negara tersebut, kutip Reuters. (cak)

Berita terkini

Kasus Baru Covid-19 Tertinggi Hari Ini: Jatim 353 Kasus, Sulsel 180, Jakarta 140 dan Jateng 134

Indonesiainside.id, Jakarta - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengumumkan kasus baru Covid-19 sebanyak 1.301 orang sehingga secara akumulasi menjadi 60.695 kasus...
- Advertisement -
ads1 mekarsari

Pengintip Pengunjung Starbucks Kenal dan Senang kepada Korban

Indonesiainsise.d, Jakarta - Pelaku pengintipan terhadap pengunjung wanita di Starbucks melalui kamera pengintai "Closed Circuit Television" (CCTV) ternyata kenal dan juga senang kepada korban. "Keterangan...

Pameran Karya Maestro Renaisans Raphael Kembali Dibuka di Roma

Indonesiainside.id, Roma - Pameran "Raffaello 1520-1483", sebuah pameran retrospektif terbesar tentang kehidupan dan karya maestro zaman Renaisans Raphael, dibuka kembali untuk umum di Scuderie...

22.000 Ekor Babi di NTT Terserang Demam Babi Afrika

Indonesiainside.id, Kupang - Dinas Peternakan Nusa Tenggara Timur melaporkan bahwa hingga akhir Juni 2020 jumlah babi yang mati akibat terserang virus African Swine Fever...

Berita terkait

PM Prancis Edouard Philippe Tiba-Tiba Mundur, Ada Apa?

Indonesiainside.id, Paris - Perdana Menteri (PM) Prancis Edouard Philippe bersama kabinetnya mengundurkan diri hari ini Jumat (3/7). Pengunduran dirinya dan seluruh pemerintahannya disampaikan kepada...

Kasus Infeksi Covid-19 di Thailand Tembus 3.000 Orang

Indonesiainside.id, Jakarta - Jumlah infeksi Covid-19 di Thailand naik menjadi 3.180 pada Jumat, setelah ada penambahan 1 kasus baru. Juru bicara penanganan Covid-19 Thailand Taweesilp...

Dewan Imigrasi Kanada Rilis Laporan Upaya ‘Pembersihan’ Gulenist di Turki

Indonesiainside.id, Jakarta - Dewan Imigrasi dan Pengungsi Kanada (IRB) telah memperbarui datanya dalam laporan tahunan 2020 mengenai tentang upaya 'pembersihan' massal di Turki yang...

Teroris di Dua Masjid Selandia Akan Divonis Bulan Depan

Indonesiainside.id, Auckland - Vonis hukuman bagi teroris Australia yang melakukan pembantaian di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, pada 2019 akan dijatuhkan bulan depan. Penembakan...

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here