Myanmar Blokir Internet di Rakhine untuk Sekat Pemberontak AA

Rakhine State (Irrawaddy)

Oleh: Nurcholis |

 

Indonesiainside.id, Jakarta–Myanmar memblokir layanan Internet di negara bagian Rakhine setelah pertempuran antara pasukan pemerintah dan kelompok pemberontak etnis Buddha meningkat beberapa bulan terakhir, kata seorang pejabat setempat.

Kementerian Transportasi dan Komunikasi mengarahkan semua penyedia layanan seluler agar memblokir akses Internet di delapan kota kecil di negara bagian Rakhine utara dan satu di negara bagian Chin yang berdekatan untuk sementara waktu sejak Kamis malam, menurut Sekretaris Kepresidenan Soe Thein.

Dia mengatakan alasan utama penutupan Internet adalah untuk mencegah penyalahgunaan layanan oleh kelompok pemberontak Tentara Arakan (Arakan Army/AA) kelompok pemberontak yang mengklaim sebagai representasi etnis Buddha di Rakhine yang memperjuangkan otonomi lebih besar di wilayah tersebut.

Pemerintah Myanmar menuduh kelompok pemberontak itu menyebarkan propaganda dan informasi yang tidak benar secara daring.

“Larangan itu untuk menjaga stabilitas dan hukum dan ketertiban di daerah-daerah ini,” kata Soe Thein kepada Anadolu Agency.

Menurut dia, larangan itu sesuai dengan pasal 77 UU Telekomunikasi Myanmar yang memberikan kementerian, dengan persetujuan pemerintah pusat, hak untuk sementara waktu menangguhkan layanan ketika situasi menjamin kepentingan masyarakat.

“Namun, itu tidak termasuk layanan suara dan SMS,” kata Soe Thein, menolak untuk mengomentari kapan larangan akan dicabut.

Khin Saw Wei, seorang anggota parlemen regional, menyuarakan keprihatinan atas larangan itu, mengatakan bahwa hal itu mengingatkannya pada taktik rezim militer terdahulu untuk menindak etnis minoritas di masa lalu.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here