Warga Maroko Menentang KTT Bahrain yang Dipimpin AS

- Advertisement -

Oleh: Nurcholis |

 

Indonesiainside.id, Jakarta–Ribuan memprotes pada hari Minggu di Maroko terhadap konferensi yang direncanakan di Bahrain di mana komponen ekonomi dari rencana yang dipimpin AS untuk ‘perdamaian antara Israel dan Palestina’ akan diumumkan.

- Advertisement -

Para demonstran berkumpul di ibu kota Rabat dekat dengan parlemen Maroko dan mengecam “rezim pengkhianat Arab” karena berencana ikut menghadiri konferensi, termasuk Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA).

Para demonstran berteriak, “Matilah Israel!” dan “Matilah Amerika Serikat!”, serta membakar bendera Israel.

Aspek ekonomi dari rencana AS – dijuluki lokakarya Peace to Prosperity – akan dibahas oleh para peserta pada pertemuan di Manama hari Selasa dan Rabu ini.

Gedung Putih mengungkapkan rincian penting pada hari Sabtu, termasuk target meningkatkan lebih dari $ 50 miliar dalam investasi dan menciptakan lebih dari satu juta pekerjaan untuk Palestina selama 10 tahun, kutip AFP.

Tetapi Otoritas Palestina memboikot acara tersebut. Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh menyerukan dukungan untuk warga Arab di Jerusalem. Ia mencatat kota itu akan terus menjadi simbol Arabisme dan akan terbuka untuk semua agama.

Dalam sebuah pidato di sebuah konferensi di Jenewa, Shtayyeh mengatakan bahwa masalah Palestina menghadapi sejumlah tantangan, termasuk apa yang disebut “Kesepakatan Abad Ini”, inisiatif Amerika untuk menyelesaikan konflik, dan upaya untuk memeras warga Palestina sehingga mereka menerima inisiatif.

Mesir dan Jordania mengonfirmasi bahwa mereka akan mengirim delegasi ke Manama, yang juga akan dihadiri oleh negara-negara Arab Teluk yang kaya energi, termasuk Maroko dan Israel.

Sementara itu, gerakan perlawanan Palestina, Hamas, telah lama menolak usulan Amerika Serikat ini.

Petinggi Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) Husam Badran melalu Twitter, bulan Mei 2019 menyerukan untuk memboikot Konferensi Ekonomi di Manama, Bahrain yang di usung oleh Washington ini.

Ia mengatakan bahwa langkah Amerika  mengadakan pertemuan di Bahrain bertujuan untuk menghapus kedaulatan Palestina.Menurutnya,  rakyat Palestina bersatu menolak Kesepakatan Abad Ini, karena hanya mendukung kepentingan penjajah Israel.

“Setiap upaya memperbaiki citra Israel melalui solusi ekonomi tidak akan membuahkan hasil, kami setia pada darah para syuhada yang telah dikorbankan. Kami juga menyerukan seluruh negara Arab dan dunia internasional untuk memboikot konferensi Bahrain dan sejenisnya,” tulisnya seperti dikutip Rt Arabic. (cak)

Berita terkini

- Advertisement -
ads1 mekarsari

Buntut Kasus Positif Covid-19 di Pabrik Unilever, Gubernur Jabar Wajibkan Semua Industri Tes PCR Mandiri

Indonesiainside.id, Bandung - Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil mewajibkan semua industri di wilayahnya untuk melakukan tes PCR Covid-19 secara mandiri akibat ditemukannya...

Empat Kali Gelar Aksi Tolak PPDB tapi Tak Didengar, Massa Berharap ke Jokowi

Indonesiainside.id, Jakarta - Puluhan orang tua murid berunjuk rasa menolak Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) DKI Jakarta Tahun 2020/2021 di Taman Aspirasi seberang Istana...

Bekasi Mulai New Normal, Pedagang Dilarang Berjualan di 15 Titik saat CFD

Indonesiainside.id, Jakarta - Pemerintah Kota Bekasi akan melaksanakan Adapatasi Tatanan Hidup baru (ATHB) di Kota Bekasi, mulai tanggal 03 Juli 2020 sampai dengan 2...

Berita terkait

PM Prancis Edouard Philippe Tiba-Tiba Mundur, Ada Apa?

Indonesiainside.id, Paris - Perdana Menteri (PM) Prancis Edouard Philippe bersama kabinetnya mengundurkan diri hari ini Jumat (3/7). Pengunduran dirinya dan seluruh pemerintahannya disampaikan kepada...

Kasus Infeksi Covid-19 di Thailand Tembus 3.000 Orang

Indonesiainside.id, Jakarta - Jumlah infeksi Covid-19 di Thailand naik menjadi 3.180 pada Jumat, setelah ada penambahan 1 kasus baru. Juru bicara penanganan Covid-19 Thailand Taweesilp...

Dewan Imigrasi Kanada Rilis Laporan Upaya ‘Pembersihan’ Gulenist di Turki

Indonesiainside.id, Jakarta - Dewan Imigrasi dan Pengungsi Kanada (IRB) telah memperbarui datanya dalam laporan tahunan 2020 mengenai tentang upaya 'pembersihan' massal di Turki yang...

Teroris di Dua Masjid Selandia Akan Divonis Bulan Depan

Indonesiainside.id, Auckland - Vonis hukuman bagi teroris Australia yang melakukan pembantaian di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, pada 2019 akan dijatuhkan bulan depan. Penembakan...

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here