Pengadilan ICC akan Investigasi Menyeluruh Tindak Kejahatan pada Etnis Rohingya

Kantor International Criminal Court (ICC) Den Haag

Oleh: Nurcholis |

 

Indonesiainside.id, Jakarta–Jaksa penuntut di Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) hari Rabu mengatakan akan segera menggelar penyelidikan menyeluruh terhadap dugaan kejahatan terhadap etnis Rohingya yang diusir dari Myanmar ke Bangladesh.

Jaksa Fatou Bensouda mengatakan dalam sebuah pernyataan dia akan meminta izin kepada hakim untuk menyelidiki kejahatan yang memiliki “setidaknya satu unsur” di Bangladesh, yang merupakan anggota ICC.

Dia menambahkan bahwa penyelidikannya akan mencakup kejahatan yang juga terjadi “dalam konteks dua gelombang kekerasan di Negara Bagian Rakhine di wilayah” Myanmar.

Pengadilan kejahatan perang mengatakan dalam sebuah pernyataan terpisah bahwa mereka telah menugaskan panel tiga hakim untuk mendengarkan permintaan Bensouda.

Jika dikabulkan, ICC akan menjadi pengadilan internasional pertama yang memeriksa dugaan kekejaman terhadap minoritas Muslim Rohingya di Myanmar.

Meskipun Myanmar bukan anggota pengadilan, ICC pada bulan September memutuskan bahwa mereka memiliki yurisdiksi atas beberapa kejahatan di wilayah tersebut ketika mereka memiliki sifat lintas batas, mengingat bahwa Bangladesh adalah anggota.

“Pengadilan (ICC) memiliki yurisdiksi atas kejahatan terhadap kemanusiaan yang diduga dilakukan terhadap anggota masyarakat Rohingya,” katanya dalam putusan September 2018. “Alasannya adalah bahwa unsur kejahatan ini – membuat mereka menyeberang perbatasan – terjadi di wilayah negara lain (Bangladesh),” tulis ICC dikutip Reuters.

Sebuah misi pencari fakta independen pada bulan Agustus menyimpulkan bahwa militer Myanmar melakukan pembunuhan massal dan pemerkosaan terhadap etsni Muslim Rohingya. Kantor Bensouda memulai pemeriksaan pra-investigasi dalam kasus Bangladesh-Myanmar tahun lalu, dan delegasi dari ICC telah mengunjungi Bangladesh pada bulan Maret.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here