PBB Tolak Tuduhan Mendukung Rezim Bashar Secara Diam-Diam

Oleh: Nurcholis |

 

Indonesiainside.id, Jakarta–Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menolak tuduhan telah bekerja sama dan mendukung rezim keji Presiden Suriah Bashar al-Assad secara diam-diam dengan mengendalikan misi di wilayah tersebut.

Direktur Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-bangsa atau UNHCR untuk kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara,  Amin Awad mengatakan tuduhan itu muncul menyusul tindakan organisasi yang tidak mengutuk kontrak untuk menutup sekutu Bashar.

Berbicara dalam sebuah wawancara dengan sebuah surat kabar yang berbasis di Abu Dhabi, The National, Amin membantah tuduhan bahwa PBB sedang bekerja dengan kroni atau sekutu rezim.

“Saya menolak argumen bahwa PBB bekerja dengan kroni satu rezim atau yang lain,” kata Awad mengatakan pada The National dalam sebuah wawancara di Dubai.

“Saya tidak punya mekanisme untuk melihat satu per satu, 10 atau 90 persen hubungan dengan rezim atau tidak. Kita harus realistis, “katanya.

Rincian operasi PBB yang sebenarnya jarang terungkap, tetapi pada tahun 2016, laporan yang dirilis oleh Dr. Reinoud Leenders dari King’s London College, menunjukkan bahwa UNHCR memberikan lebih dari US $ 7,7 juta kepada Shiah Trust Charity – dioperasikan oleh istri Bashar, Asma, yang ada dalam daftar sanksi AS ) dan Uni Eropa (UE).

Laporan yang diterbitkan bekerja sama dengan surat kabar The Guardian, menyatakan, bahwa anggota dekat Bashar seperti sepupu dan pejabat divisi di kementerian pertahanan dan pertanian menerima bantuan dari berbagai badan PBB, di mana rezim melakukan kejahatan dan penangkapan paling brutal di Suriah.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here